Press Release 25 Muharram 1429 H/ 4 Februari, 2008
London, 4 Februari 2008, Islamic International Rating Agency (IIRA) - Bahrain, telah menganugerahkan Sharia Quality Peringkat AA kepada Bank Muamalat Indonesia (BMI). Rating ini mencerminkan penilaian IIRA bahwa BMI telah mengimplementasikan standard penerapan aturan syariah pada level yang sangat tinggi pada seluruh aspek penilaian kualitas yang dianalisa oleh IIRA. Penghargaan dan pengumuman tersebut disampaikan oleh CEO IIRA, Jamal Abbas Zaidin kepada Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia A. Riawan Amin pada sesi briefing dalam pertemuan International Islamic Financial Market (IIFM) di London.
Rating ini juga mencerminkan kualitas tinggi dari praktek yang telah dijalankan BMI dan struktur organisasi yang ada di BMI saat ini memungkinkan bank tersebut untuk mengimplementasikan secara efektif prinsip Islam kedalam tingkat keakuratan yang tinggi. Penyerahan rating tersebut disaksikan juga oleh Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk wilayah Timur Tengah, DR. Alwi Shihab; Deputi Gubernur BI dan Direktur IIFM, Siti Chalimah. Fadjrijah; Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI London Dewa Made J.Sastrawan; Chairman IIFM, Khalid Hamad. Penghargaan ini mendorong BMI, yang pendiriannya digagas oleh Majelis Ulama Indonesia dan didukung oleh pemerintah, semakin dekat dengan pencapaian Misi-nya untuk menjadi "Role Model" bagi lembaga keuangan syariah dunia. "Pemberian peringkat ini secara umum menambah kepercayaan investor asing kepada perbankan syariah di Indonesia, dan kepada Bank Muamalat secara khusus. Kita berharap, langkah kita bisa diikuti oleh bank syariah yang lain di Indonesia," ujar Riawan. Sementara Jamal Abbas Zaidin mengungkapkan, peringkat yang diraih Bank Muamalat mencerminkan kualitas tinggi dari praktek yang telah dijalankan bank yang didirikan pada 1992 ini. "Struktur organisasi yang ada di Bank Muamalat saat ini memungkinkan Bank Muamalat untuk mengimplementasikan secara efektif prinsip Islam ke dalam tingkat keakuratan yang tinggi," ujar dia saat memberikan sambutan penyerahan penghargaan Sharia Quality AA kepada Bank Muamalat.
Reputasi BMI dapat dilihat dari kontribusi yang diberikan serta pengakuan dari lembaga internasional dan industri perbankan syariah di Indonesia. Saat ini, A. Riawan Amin (Dirut BMI) adalah salah seorang Direktur dari CIBAFI (General Council for Islamic Banks and Financial Institutions)-Bahrain. Beliau juga menjadi salah seorang Direktur dari IIFM-Bahrain serta dipercaya menjadi Ketua Umum Asbisindo (Asosiasi Bank Syariah Indonesia).
Dewan Pengawas Syariah (DPS) dari Bank Muamalat Indonesia terdiri dari ulama terkenal dalam hal kepakaran di bidang syariah dalam industri keuangan syariah di Indonesia. Mereka memiliki kualifikasi sangat baik dan pengalaman bertahun-tahun di bidang industri keuangan Islam. Secara rutin, DPS mengadakan pertemuan untuk memberikan persetujuan terhadap seluruh skema dan produk baru serta memberikan opini terhadap segala isu yang muncul dari skema yang telah disetujui sebelumnya. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Siti Ch Fadjrijah, menyambut baik pemberian penghargaan bagi Bank Muamalat. "(Pemberian) rating untuk bukan bank syariah, memang sudah banyak tetapi untuk yang syariah baru kali ini. Dengan penghargaan yang diraihnya, ini menunjukkan Bank Muamalat sudah memiliki standar dan diakui secara internasional," ujar dia.
Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah, Alwi Shihab menyatakan, "Ini suatu kepercayaan, dan kita patut bangga. Ini juga akan mendorong bank-bank di luar (negeri) untuk masuk ke Indonesia, tentu saja ini menjadi promosi bagi Indonesia di luar negeri". Performance baik yang ditunjukkan BMI, didukung oleh adanya struktur yang baik serta keberadaan unit kontrol yang memastikan kepatuhan syariah di lingkungan internal BMI. Kinerja unit ini dan hubungan yang erat dengan unit operasional di BMI, menjamin berlangsungnya kepatuhan syariah pada derajat yang tinggi dalam setiap aktivitasnya. Praktek akuntansi dan pelaporan diimplementasikan, mengikuti kepatuhan secara menyeluruh terhadap Peraturan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 59, sebagai standar akunting yang berlaku bagi lembaga keuangan syariah di Indonesia. BMI juga memiliki satu lembaga sosial independen, yaitu Baitulmal Muamalat, yang mengkhususkan untuk membantu kaum kurang mampu, penyaluran zakat serta kewajiban agama lainnya kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya. BMI tidak hanya menyalurkan zakat tahunannya kepada Baitulmal Muamalat melainkan juga menyalurkan zakat dari karyawan BMI serta membantu nasabah bank untuk menghitung dan menyalurkan zakat mereka.
Komitmen BMI terhadap prinsip syariah juga dilakukan dengan selalu menjaga proporsi yang signifikan dari aktifitas pembiayaannya dengan menggunakan skema bagi hasil. Keinginan BMI yang kuat untuk menjalankan secara baik prinsip syariah juga dibuktikan dengan mendirikan Muamalat Insitut yang menawarkan training jangka panjang dan jangka pendek serta berbagai program pendidikan lainnya mengenai perbankan syariah baik diperuntukkan untuk karyawan BMI maupun partisipan luar dari dalam dan luar negeri. Oleh karena BMI merupakan bank pertama di Indonesia yang sesuai dengan sistem syariah, hal ini menjadikan BMI untuk selalu menjaga identitas ke-Islamannya. Setiap pesan komunikasi yang dipublikasikan BMI kepada masyarakat, selalu menyertakan referensi dari ayat suci Alquran dan Hadist. Tak hanya itu, lingkungan internal BMI pun menunjukkan sistem islami yang terbaik.
PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, Tbk
Rachmat Santosa
SKDU
Ase Busrol Munawwar
CSG Officer
|
|||||||||||||||