Cari

BERANDA > BERITA INDUSTRI SYARIAH


  • Senin, 29 November 2010

    Harian Terbit - 29 November 2010

    PEMERINTAH terus berupaya untuk meningkatkan peranan perbankan syariah dalam mendukung perkembangan perekonomian nasional. Upaya ini di antaranya dengan mewujudkan melalui penerbitan berbagai kebijakan jangka panjang, yang tertuang dalam cetak biru atau blue print Bank Indonesia.


    Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Halim Alamsyah menjawab pertanyaan usai membuka Seminar Outlook 2011 Perbankan Syariah, yang diselenggarakan Bank Indonesia, Rabu (24/11), mengakui, BI sudah menyiapkan blue print perbankan syariah, yang bertujuan untuk membuat perbankan syariah tumbuh, dan berkembang lebih cepat serta berkesinambungan. Namun untuk penerbitan tersebut, BI akan berkonsultasi dengan para pakar dan pelaku perbankan syariah.


    "BI akan menerbitkan berbagai kebijakan jangka panjang yang tertuang dalam cetak biru pengembangan perbankan syariah 2011-2015. Saat ini sedang difinalisasi," kata Halim.


    Lebih jauh ia menjelaskan, cetak biru tersebut akan mencakup tujuh pilar atau fokus pengembangan. Ketujuh pilar itu yakni pengembangan sumber daya manusia, pengaturan dan pengawasan yang efektif, infrastruktur yang mendukung, struktur perbankan yang efektif, aliansi strategis yang sinergis, pemberdayaan nasabah yang efektif dan inovasi produk.


    Menurut Halim, pelaksanaan ketujuh fokus pengembangan itu akan dijabarkan dalam bentuk program pelaksanaan selama lima tahun ke depan.


    "Cetak biru sudah siap, kita akan diskusikan dulu dengan pelaku bank syariah, dewan syariah nasional dan pemerintah karena target kita menjadikan industri perbankan syariah sebagai bagian dari ekonomi nasional," kata dia seraya menambahkan, perbankan syariah tumbuh sangat menggembirakan dalam lima tahun terakhir, dengan pertumbuhan total aset 33 persen per tahun. Sampai Oktober 2010 total aset perbankan syariah telah mencapai Rp86 triliun atau 3,1 persen dari total aset perbankan secara umum.


    Dikatakan, untuk itu BI menargetkan aset bank syariah menjadi lima persen dari total aset. Maksudnya, dengan pertumbuhan seperti sekarang maka angka lima persen akan tercapai tidak lama lagi. Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah juga akan terus meningkat apalagi jika bisa memanfaatkan momentum masuknya aliran modal ke Indonesia.


    "Bank syariah berpotensi untuk menggalang dana yang banyak dari Timur Tengah untuk kegiatan yang lebih produktif," imbuh Halim Alamsyah. (atoen)



   
Lowongan Pekerjaan di Cabang Malang
 
Lowongan Kerja MODP Spesialis IT (MODP IT)
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
 
 

KLARIFIKASI KERJASAMA (ANTI FRAUD) 2013      PROMO SUBSIDI BELANJA 20%      Efektif per 1 Maret 2013 biaya kartu Shar-e Gold Debit adalah Rp 2.500,- per bulan. Info hubungi SalaMuamalat (021) 500016      Project Falah-Proposed Announcement      Bank Muamalat Targets Higher Fee-Based Income      Bank Muamalat Receives IDR328 Billion Funding from SMF      Sarana Multigriya distributes IDR328 billion to Bank Muamalat      Bank Muamalat to diversify credit distribution      Bank Muamalat Readies for Rp 1.5t Islamic Bond Sale      Bank Muamalat Issues Subordinated Sukuk Worth IDR 1.5 Trillion      Muamalatís sukuk set to be launched      Bank Muamalat shareholders to absorb IDR800 billion subordinated bonds      SHARIA BANKING: Q1, Bank Muamalat pockets IDR86.9 billion net profit