Cari

BERANDA > BERITA INDUSTRI SYARIAH


  • Senin, 7 Maret 2011

    Republika OnLine - Senin, 07 Maret 2011, 18:04 WIB

    JAKARTA--Bursa Efek Indonesia (BEI) berkomitmen mengembangkan pasar modal Indonesia dengan berencana meluncurkan indeks syariah di bursa lokal tahun ini. Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, Senin mengatakan, permintaan (demand) terhadap instrumen investasi syariah di pasar modal begitu besar, dengan adanya indeks syariah akan menambah pilihan investasi bagi investor.


    "Instrumen investasi berbasis syariah demand-nya cukup besar, instrumen syariah yang kita tawarkan saat in masih terbatas," katanya. Hingga saat ini pengembangan indeks syariah masih dalam tahap pembahasan.


    Ia menambahkan, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang melakukan pembahasan mengenai kriteria efek syariah. Selama ini, lanjut dia, peraturan efek syariah masih mengacu pada peraturan Bapepam-LK No II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah. "Peraturan yang ada sekarang nantinya bisa ditambahkan atau dimaksimalkan dari yang sudah ada, semuanya masih dibahas. Diharapkan tahun ini indeks syariah dapat diluncurkan," katanya.


    Dalam peraturan Bapepam-LK No II.K.1 disebutkan, daftar efek syariah meliputi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Efek yag diterbitkan oleh emiten menyatakan kegiatan usaha serta cara pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip syariah sebagai tertuang dalam anggaran dasar.


    Selain itu, Sukuk yang diterbitkan oleh Emiten termasuk Obligasi Syariah yang telah diterbitkan oleh Emiten sebelum ditetapkannya Peraturan ini. Ia mengatakan, Indonesia yang merupakan negara terbesar muslim di dunia dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat pasar modal syariah di dunia. "Diharapkan nantinya, setelah adanya indeks syariah juga diimbangi dengan adanya produk-produk yang menarik," katanya.


    Fatwa Halal


    Ito menambahkan, dalam mengembangkan produk syariah yang dianggap potensial itu, pihak bursa saat ini juga sedang meminta fatwa halal kepada Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). "Kita ingin mendapatkan fatwa halal untuk mekanisme perdagangan saham. Saat ini masih dievaluasi di DSN MUI," ujarnya.


    Ia mengatakan, dengan diperolehnya sertifikat halal tersebut maka secara otomatis akan dapat meningkatkan jumlah investor yang masuk ke Bursa Efek Indonesia. "Permintaan fatwa halal itu sudah kami sampaikan pada DSN MUI, karena beberapa kalangan masih ada yang mempertanyakan hukum jual-beli saham di bursa efek halal atau haram," ujarnya.


    Secara terpisah, pengamat pasar modal Cece Ridwan menyambut positif terhadap rencana BEI meluncurkannya indeks Syariah. Hal itu akan membuat pasar modal dalam negeri berkembang lebih luas lagi. "Dengan adanya indeks syariah apalagi BEI sedang mengusahakan mendapatkan fatwa halal ke MUI, dapat menyingkirkan pikiran jual-beli saham sebagai judi," ujarnya.


    Menurutnya, membeli atau menjual suatu saham perusahaan itu adalah suatu bentuk keikutsertaan masyarakat dalam mengelola perusahaan di Indonesia untuk berkembang lebih baik. "Jadi unsur judi disana sebenarnya tidak ada. Namun persepsi ini lambat laun akan terkikis seiring dengan sosialisasi yang dilakukan oleh otoritas bursa untuk memperkenalkan pasar modal Indonesia," ujar dia.



   
Lowongan Pekerjaan di Cabang Malang
 
Lowongan Kerja MODP Spesialis IT (MODP IT)
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
 
 

KLARIFIKASI KERJASAMA (ANTI FRAUD) 2013      PROMO SUBSIDI BELANJA 20%      Efektif per 1 Maret 2013 biaya kartu Shar-e Gold Debit adalah Rp 2.500,- per bulan. Info hubungi SalaMuamalat (021) 500016      Project Falah-Proposed Announcement      Bank Muamalat Targets Higher Fee-Based Income      Bank Muamalat Receives IDR328 Billion Funding from SMF      Sarana Multigriya distributes IDR328 billion to Bank Muamalat      Bank Muamalat to diversify credit distribution      Bank Muamalat Readies for Rp 1.5t Islamic Bond Sale      Bank Muamalat Issues Subordinated Sukuk Worth IDR 1.5 Trillion      Muamalatís sukuk set to be launched      Bank Muamalat shareholders to absorb IDR800 billion subordinated bonds      SHARIA BANKING: Q1, Bank Muamalat pockets IDR86.9 billion net profit