Cari

BERANDA > BERITA & KARIR > MEDIA EXPOSE


  • Minggu, 3 Juni 2012

    Bisnis.com - Minggu, 03 Juni 2012 | 19:25 WIB

    JAKARTA: PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menargetkan proses akuisisi saham PT Al Ijarah Indonesia Finance akan selesai pada tahun ini, setelah perseroan mendapatkan izin dari pemilik untuk melakukan  aksi korporasi tersebut.

    Hendiarto, Direktur Keuangan dan Operasional Bank Muamalat, mengatakan proses kajian untuk mengakuisisi saham Al Ijarah Indonesia Finance (ALIF) yang dimiliki oleh Boubyan Bank dan Alpha Lease and Finance Holding BSC, masih terus berlangsung.

    Dia menjelaskan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 24 Mei lalu telah memberikan persertujuan prinsip kepada Dewan Komisaris untuk melakukan pengkajian dan persiapan aksi korporasi tersebut.

    “Kalau hasil kajiannya itu riil Dewan Komisaris bisa jalan terus untuk melakukan akuisisi,” ujarnya akhir pekan lalu.

    Bank syariah pertama di Indonesia ini akan mengakuisisi sekitar 66% saham ALIF yang dimiliki oleh Boubyan Bank dan Alpha Lease and Finance Holding BSC. Kedua entitas tersebut merupakan pemegang saham Alif bersama Bank Muamalat.

    Adapun ALIF merupakan salah satu dari sedikit perusahaan pembiayaan syariah yang beroperasi di Indonesia. ALIF mulai beroperasi pada Agustus 2007 dengan modal awal Rp105 miliar yang ditempatkan sama rata oleh Bank Muamalat, Bank Boubyan, Alpha Lease and Finance Holding.

    Hendiarto menjelaskan proses paling sulit dalam kajian tersebut adalah revaluasi nilai saham A:IF. Hal tersebut berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh Bank Muamalat dalam mengambil alih saham yang dimiliki oleh pemegang saham lainnya.

    Meski demikian dia optimis akuisisi tersebut bisa dilaksanakan sebelum 2012 selesai. “Kalau direksi sih maunya tahun ini bisa diakuisisi,” jelasnya.

    Dalam laporan keuangan Alif 2011, jumlah ekuitas tercatat Rp123,75 miliar dengan modal disetor masih tetap sama ketika perusahaan ini didirikan, yakni Rp105 miliar.

    Hendiarto belum bisa memastikan berapa nilai akuisisi dari Alif. Namun bila price to book value (PBV) akuisisi tersebut pada level 1 kali, maka biaya yang harus dikeluarkan  untuk membayar modal disetor pemegang saham lainnya sekitar Rp69,99 miliar.

    Berdasarkan data Bloomberg terdapat 13 perusahaan pembiayaan berstatus go public di Indonesia. Sebanyak 11 perusahaan diantaranya mencatatkan PBV sebesar 1,42 kali selama 2012 dan 1,39 kali pada triwulan terakhir. Bila memakai rerata PBV yang ada di industri, tentunya nilai akuisisi bisa lebih besar lagi.

    Informasi tambahan, Boubyan Bank selain memiliki saham ALIF, juga tercatat sebagai pemegang saham Bank Muamalat dengan porsi 25,03%.

    Boubyan Bank bersama dua entitas pemegang saham Bank Muamalat lainnya, yakni Islamic Development Bank dan Atwill Holdings Limited berencana untuk melepas kepemilikan di perseroan sejak tahun lalu.

    Sejumlah investor asing sempat menyatakan minat untuk melakukan akuisisi namun belum juga terlaksana hingga saat ini.



   
Project Falah-Proposed Announcement
 
Laba Bersih Bank Muamalat Tumbuh 42%
 
Penganugerahan IFN Award
 
Bank Muamalat Jadi Bank Syariah Paling Inovatif di Dunia
 
Bank Muamalat Raih Predikat Terbaik di Dunia
 
SURAT UTANG: Permintaan sukuk Bank Muamalat berlebih
 
 
 

Efektif per 1 Maret 2013 biaya kartu Shar-e Gold Debit adalah Rp 2.500,- per bulan. Info hubungi SalaMuamalat (021) 500016      Project Falah-Proposed Announcement      Bank Muamalat Targets Higher Fee-Based Income      Bank Muamalat Receives IDR328 Billion Funding from SMF      Sarana Multigriya distributes IDR328 billion to Bank Muamalat      Bank Muamalat to diversify credit distribution      Bank Muamalat Readies for Rp 1.5t Islamic Bond Sale      Bank Muamalat Issues Subordinated Sukuk Worth IDR 1.5 Trillion      Muamalat’s sukuk set to be launched      Bank Muamalat shareholders to absorb IDR800 billion subordinated bonds      SHARIA BANKING: Q1, Bank Muamalat pockets IDR86.9 billion net profit