Cari

BERANDA > BERITA & KARIR > MEDIA EXPOSE


  • Selasa, 23 November 2010

    pkesinteraktif.com - Tuesday, 23 November 2010 11:15 bahrul

    Jakarta, (23/11). Meski market share perbankan syariah masih kecil dibandingkan dengan perbankan konvensional, tak menyurutkan Bank Muamalat Indonesia (BMI) untuk terus menyalurkan pembiayaan pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bahkan diberbagai sektor-sektor UMKM yang ada, Bank Muamalat selalu memberikan pelayanan pada mereka.  Demikian kata Direktur BMI, Adrian  Gunadi saat memaparkan tentang kinerja bisnis perusahaanya di gedung Artaloka Jakarta.


    Menurut direktur ritail banking syariah ini, bahwa BMI sangat mendukung pengembangan UMKM, hal itu  bisa dilihat dari portofolio pembiayaan UMKM di BMI sebesar 70 persen. BMI menargetkan pembiayaan tersebut karena BMI ingin sektor riil bisa berjalan dengan dengan baik.


    “Apalagi disektor tersebut ribuan pelaku usaha mulai kecil dan menengah menggantungkan hidupnya. Itu yang menjadi alasan dari kami untuk bermitera dengan mereka,”terang Adrian.


    Diakui oleh dirinya, bahwa sektor pembiayaan di ritail penuh dengan resiko tinggi apalagi dengan tingkat inflasi di Indonesia yang terus merangkak naik. Tapi di mata Adrian masih ada peluang yang sangat besar bisa diraih di sektor tersebut apalagi melihat trand perkembangan bisnis yang ada selama ini terus memberikan arah gambaran yang positif. “Jadi bagi kami sangat optimis untuk mencapai target-target pembiayaan yang diamanahkan perusahaan,”paparnya.


    Jelang akhir tahun 2010 kinerja BMI terus menunjukkan  pertumbuhan positif hal itu nampak pada pencapaian laba  pada triwulan III 2010 mengalami peningkatan sebesar 152 %.  Dengan pencapain laba tersebut ada peningkatan laba dari Rp 55,304 miliar per 30 September 2009 menjadi Rp 139,793 per 30 September 2010.


    Kenaikan laba tersebut banyak dipengaruhi oleh meningkatnya pendapatan bank dari pembiayaan yang disalurkan yaitu dari Rp 11,282 triliun per September 2009 ke Rp 13,770 triliun per September  2010. Secara year on year, aset juga meningkat yakni 20,21 persen dari Rp 14,74 triliun menjadi Rp 17,72 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK)  meningkat dari Rp 12,17 triliun menjadi Rp 13,85 triliun.


    Kemudian dari sisi pembiayaan Bank Muamalat mencatat kenaikan sebesar 22,06 % dari 11,27 triliun menjadi Rp 13,76 triliun.


    “Dari kenaikan itu semua kami berharap DPK terus meningkat seiring dengan perluasan aksesibilitas nasabah melalui keberadaan 330 kantor  layanan di seluruh Indonesia dan Kuala Lumpur,”ujarnya.[gus]



   
Lowongan Pekerjaan di Cabang Pluit
 
Lowongan Pekerjaan di Cabang Pancoran
 
Lowongan Pekerjaan di Cabang Malang
 
Lowongan Kerja MODP Spesialis IT (MODP IT)
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
 
 

KLARIFIKASI KERJASAMA (ANTI FRAUD) 2013      PROMO SUBSIDI BELANJA 20%      Efektif per 1 Maret 2013 biaya kartu Shar-e Gold Debit adalah Rp 2.500,- per bulan. Info hubungi SalaMuamalat (021) 500016      Project Falah-Proposed Announcement      Bank Muamalat Targets Higher Fee-Based Income      Bank Muamalat Receives IDR328 Billion Funding from SMF      Sarana Multigriya distributes IDR328 billion to Bank Muamalat      Bank Muamalat to diversify credit distribution      Bank Muamalat Readies for Rp 1.5t Islamic Bond Sale      Bank Muamalat Issues Subordinated Sukuk Worth IDR 1.5 Trillion      Muamalatís sukuk set to be launched      Bank Muamalat shareholders to absorb IDR800 billion subordinated bonds      SHARIA BANKING: Q1, Bank Muamalat pockets IDR86.9 billion net profit