Cari

BERANDA > BERITA & KARIR > INFO MUAMALAT > BERITA MUAMALAT


  • Selasa, 1 Agustus 2006
    Press Release 02 Rajab 1427 H / 27 Juli 2006

    Jakarta, 27 Juli 2006. Merek (Brand) merupakan asset yang berharga. Upaya Bank Muamalat " Pertama Murni Syariah dalam membangun merek membuahkan hasil. Bank Muamalat meraih "Indonesian Best Brand Award 2006" untuk kategori Bank Syariah. Bank Muamalat dengan nilai Brand Value (BV) 101.1 menjadikannya masuk ke dalam 3 Besar Best Brand diantara perbankan nasional. Menurut hasil survei yang dilakukan MARS bekerjasama dengan SWA, dengan nilai gain index 169.6, Merek "Bank Muamalat" cukup berpotensi untuk merebut konsumen yang selama ini menggunakan merek lain. Hal yang patut disyukuri ditengah perkembangan awareness masyarakat mengenai sistem bank syariah. Penghargaan tersebut diterima melalui perhelatan awarding gala dinner, Kamis 27 Juli 2006 di Ballroom Hotel Shangri-La Jakarta. Apresiasi merek yang diberikan kepada Bank Muamalat telah melalui serangkaian survei. Ada 6 variabel yang menjadi tolok ukur: ? Popularitas merek (Brand awareness) ? Popularitas Iklan (Ad Awareness) ? Persepsi Kualitas Merek (Perceived Quality) ? Tingkat Kepuasan dan Kesetiaan Pelanggan (Satisfaction & Loyalty Index) ? Pangsa Pasar (Market Share) dan ? Potensi Merek untuk mengakuisisi konsumen di masa depan (Gain Index) Survei tersebut digelar di 5 kota besar tanah air, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan Medan. Keberhasilan mempertahankan prestasi menjadi sebuah kebahagiaan Muamalat yang beroperasi sejak 27 Syawwal 1412 H / 1 Mei 1992 terus menunjukkan kinerja yang senantiasa menggembirakan. A. Riawan Amin, Direktur Utama Bank Muamalat menyampaikan, bahwa Penganugerahan IBBA Award 2006 kepada Muamalat merupakan suatu anugerah yang patut kita syukuri bahwa Allah telah memberikan pembuktian bahwa bank syariah memiliki keunggulan dibandingkan perbankan lainnya.

         Penghargaan ini juga merupakan representasi performance Muamalat yang tumbuh baik selama ini.Tidak ada sesuatu pun yang terjadi tanpa izin Allah. SHAR-E HADIR DI MALAYSIA Salah satu langkah-langkah innovative Bank Muamalat adalah Peluncuran Shar-E sebagai produk terbaru dalam rangka menyambut Fatwa MUI awal Januari 2004 bahwa Bunga Bank Konvesional adalah riba, oleh karenanya hukumnya Haram. Shar-E yang dapat diakses pada lebih dari 8.888 ATM BCA/PRIMA dan ATM Bersama serta lebih dari 18.000 Merchant debit BCA/PRIMA ini sangat menarik minat para penganut ekonomi berkeadilan. Oleh karenanya, dalam waktu hanya setahun sejak mulai gencar dipromosikan Januari 2005 hingga customer base Shar-E 345.109 nasabah.

    Manfaat yang diperoleh nasabah Shar-E tidak hanya saja di Indonesia, akan tetapi juga di luar negeri. Saat ini Shar-E sudah dapat diakses di lebih dari 2.000 ATM di Malaysia, berkat kerjasama dengan MEPS (Malaysia Electronic Payment System). Dimana pun ATM yang memasang logo ATM Bersama di Malaysia, maka pemegang Shar-E bisa melakukan tarik tunai (Bank anggota MEPS antara lain MayBank, Hong Leong Bank, Affin Bank dan Southern Bank). Dengan demikian, pemegang Shar-E yang akan datang ke Malaysia tak perlu menukar dollar atau rupiah atau dengan ringgit Malaysia. Saat ini, prioritas utama ATM Bersama (Shar-E) adalah Malaysia, sebab ia merupakan salah satu Negara yang paling banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI)-nya.

         Muamalat saat ini merupakan Bank Islam dengan pemegang saham lebih dari 800.000, termasuk didalamnya Muslim Internasional, Islamic Development Bank (IDB) dimana saham-sahamnya dimiliki oleh negara-negara muslim yang tergabung dalam OIC (Organization of The Islamic Conference) , Boubyan Bank Kuwait, Atwill Holdings Limited, IDF Foundation, BMF Holdings Limited yang berkantor pusat di Jeddah " kerajaan Saudi Arabia. KINERJA POSITIF A. Riawan Amin juga menambahkan bahwa sebagai Pioneer bank syariah di Indonesia, Bank Muamalat terus berupaya mencatat kinerja yang semakin prima. Pada sisi Laba, periode 30 Juni 2006 telah dicapai Laba sebesar 95,05 Miliar Rupiah dengan Asset mencapai 7,64 Triliun Rupiah (unaudited). Dari segi kualitas pembiayaan, tingkat Non-Performing Financing (NPF) relatif kecil yaitu 1,63% (net) dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 15,25%. Dari segi rentabilitas, Return On Asset (ROA) 2,60%, Return On Equity (ROE) 21,29%, dan BOPO 81,37%. Adapun Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun adalah 5,83 Triliun Rupiah dan Pembiayaan disalurkan mencapai 6,2 Triliun Rupiah dan Financing to Deposit Ratio (FDR) mencapai 89,08%. Dengan demikian dana pihak ketiga dapat disalurkan keseluruhannya dan secara maksimal membantu melayani masyarakat penganut ekonomi berkeadilan yang ingin berbisnis dalam ridha Allah. Jumlah jaringan Muamalat sampai saat ini mencapai 198 outlet yang tersebar di 31 propinsi meliputi 46 Cabang, 9 Capem, 11 UPS, 86 Kantor Kas dan 46 GERAI. Disamping itu Muamalat telah menjalin kerjasama dengan PT. Pos Indonesia dengan menghadirkan 1.200 titik layanan SOPP (sistem Online Payment point) Kantor Pos di seluruh Nusantara.

         PENGHARGAAN DARI BERBAGAI KALANGAN Kinerja positif dan ketangguhan Bank Muamalat telah membuahkan hasil, diantaranya pengakuan dari International antara lain Islamic Finance News Awards 2005 dari International Islamic Finance News dengan predikat Best Islamic Bank in Indonesia, Internasional Islamic Bank Award (IIBA) 2005 dengan predikat The Most Efficient, Superbrands 2004 & 2005, KLIFF Award (2004) sebagai The Most Outstanding Performance. Sedangkan penghargaan lokal antara lain InfoBank Golden Thropy 2006, Bisnis Indonesia Award 2006 dengan kategori Bank Nasional Terbaik 2006 "Top Five", Manggala Bhakti Husada Arutala 2006 dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia sebagai institusi yang telah berperan aktif dan berkontribusi secara nyata dalam penanggulangan masalah tembakau di Indonesia. Innovation Award 2005 dengan predikat Customer Mode of Entry dari Majalah SWA bekerjasama dengan MARS, BPPT dan Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Infobank Award 2006 dengan predikat "SANGAT BAGUS" (untuk 5 tahun berturut-turut), dan Indonesian Best Brand 2005 "Top Five" dari Majalah SWA bekerjasama dengan MARS, dari majalah Property & Bank yang memberikan Award sebagai Bank Pelopor KPR Syariah di Indonesia serta Top Of Mind (TOM) dari Karim Business Consulting (KBC). Pengakuan akan kinerja Bank Muamalat yang sangat bagus ini Insya Allah makin menumbuhkan kepercayaan masyarakat akan kiprah Bank Muamalat ke depan, kata A. Riawan Amin A. Riawan Amin menambahkan, "Reputasi positif, pertumbuhan seimbang antara Assets, DP3, Pembiayaan dan Laba yang diraih, merupakan prestasi yang penting bagi Bank Muamalat." Bank Muamalat bukan hanya harus tumbuh menjadi besar tetapi lebih penting lagi adalah perkembangan yang Sehat, tetap Prudent dan pencapaian Laba yang optimal. Kepercayaan Muslim Internasional ikut menanamkan sahamnya di Bank Muamalat menunjukkan kepercayaan berbagai kalangan terhadap Kinerja Bank Muamalat dan juga pengakuan investor untuk ikut berinvestasi di Indonesia". PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, Tbk Rachmat Santosa Public Relations/SKDU Ase Busrol Munawwar Public Relations



   
Lowongan Pekerjaan di Cabang Pluit
 
Lowongan Pekerjaan di Cabang Pancoran
 
Lowongan Pekerjaan di Cabang Malang
 
Lowongan Kerja MODP Spesialis IT (MODP IT)
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
 
 

KLARIFIKASI KERJASAMA (ANTI FRAUD) 2013      PROMO SUBSIDI BELANJA 20%      Efektif per 1 Maret 2013 biaya kartu Shar-e Gold Debit adalah Rp 2.500,- per bulan. Info hubungi SalaMuamalat (021) 500016      Project Falah-Proposed Announcement      Bank Muamalat Targets Higher Fee-Based Income      Bank Muamalat Receives IDR328 Billion Funding from SMF      Sarana Multigriya distributes IDR328 billion to Bank Muamalat      Bank Muamalat to diversify credit distribution      Bank Muamalat Readies for Rp 1.5t Islamic Bond Sale      Bank Muamalat Issues Subordinated Sukuk Worth IDR 1.5 Trillion      Muamalatís sukuk set to be launched      Bank Muamalat shareholders to absorb IDR800 billion subordinated bonds      SHARIA BANKING: Q1, Bank Muamalat pockets IDR86.9 billion net profit