Cari

BERANDA > BERITA & KARIR > INFO MUAMALAT > BERITA INDUSTRI SYARIAH


  • Selasa, 7 Oktober 2003

    JAKARTA - Perkembangan perbankan syariah di Indonesia dinilai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun, perkembangan yang ada saat ini sebenarnya masih bisa dipacu lebih besar lagi bila regulator menggunakan pendekatan mission driven dalam pengembangan perbankan syariah.

    "Ada semangat menerobos regulasi, breaking the wall," ujar pengamat ekonomi dari Syariah Network, Luthfi Hamidi, saat bedah buku Jejak-jejak Ekonomi Syariah, di kampus STEKPI Jakarta, Selasa (23/9).

    Semangat menerobos ini, kata Luthfi, terlihat saat pertama kali perbankan dibuka sekitar awal tahun 1990-an. "Regulasi belum ada, tapi Bank Muamalat Indonesia (BMI) sudah hadir, "terangnya. Menurutnya, perkembangan seperti ini tentu lebih hebat daripada Malaysia.

    Di negeri jiran tersebut, perkembangan perbankan syariah didahului dengan diterbitkannya Islamic Banking Act (1983), yakni UU yang mengatur urusan terkait perbankan syariah. "Jadi, kalau di Malaysia fondasinya sudah dibangun," tuturnya.

    Sementara di Indonesia, kelahiran BMI sebagai bank syariah pertama, sama sekali tidak didukung oleh perundangan yang memadai layaknya Malaysia yang notabene penduduk Muslimnya hanya 20 persen saja dari jumlah penduduk di Indonesia.

    Oleh karena itu, tandasnya, perkembangan perbankan syariah di Indonesia bisa dipacu lebih tinggi lagi. menurutnya, pangsa pasar yang ditargetkan oleh BI sebesar lima persen pada 2010, masih terlalu kecil. "Terobosan harus dipacu terus untuk mengembangkan perbankan syariah," katanya.

    Cara pengembangan lebih jauh ini, paparnya, sebenarnya bisa dimulai dengan dibolehkannya perbankan konvensional membuka windows system (bank syariah berdampingan dengan bank konvensional). Dan hal inilah yang dilakukan oleh Malaysia dengan menerapkan Islamic Windows System. Memang, ujarnya, akan terjadi polemik seputar kemungkinan tercampurnya dengan sistem konvensional.

    Namun, katanya, BI harus mengubah paradigma pengembangan perbankan syariah agar tumbuh lebih besar lagi. "Jangan menggunakan pendekatan market driven," tukasnya.

    Pendekatan mission driven, sebagaimana yang dilakukan oleh Malaysia, menurutnya, akan dapat menumbuhkan perbankan syariah makin besar. Bila pendekatan itu dilakukan BI, bukan tidak mustahil, katanya memperkirakan, bila pada 2010 pangsa pasar perbankan syariah bisa menembus angka 20 persen.

    Sementara menanggapi usulan menggunakan windows system, staf ahli Deputi Gubernur BI, Harisman, menyatakan hal itu belum mungkin dilakukan. Menurutnya, sistem yang dipakai seperti saat ini dengan membolehkan membuka counter syariah sudah sangat bagus.

    Sumber : Republika - Rabu, 24 September 2003



   
Lowongan Pekerjaan di Cabang Pluit
 
Lowongan Pekerjaan di Cabang Pancoran
 
Lowongan Pekerjaan di Cabang Malang
 
Lowongan Kerja MODP Spesialis IT (MODP IT)
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
 
 

KLARIFIKASI KERJASAMA (ANTI FRAUD) 2013      PROMO SUBSIDI BELANJA 20%      Efektif per 1 Maret 2013 biaya kartu Shar-e Gold Debit adalah Rp 2.500,- per bulan. Info hubungi SalaMuamalat (021) 500016      Project Falah-Proposed Announcement      Bank Muamalat Targets Higher Fee-Based Income      Bank Muamalat Receives IDR328 Billion Funding from SMF      Sarana Multigriya distributes IDR328 billion to Bank Muamalat      Bank Muamalat to diversify credit distribution      Bank Muamalat Readies for Rp 1.5t Islamic Bond Sale      Bank Muamalat Issues Subordinated Sukuk Worth IDR 1.5 Trillion      Muamalatís sukuk set to be launched      Bank Muamalat shareholders to absorb IDR800 billion subordinated bonds      SHARIA BANKING: Q1, Bank Muamalat pockets IDR86.9 billion net profit