Cari

BERANDA > BERITA & KARIR > > SIARAN PERS


  • Senin, 28 Mei 2012

     

    Di usia ke 20, industri perbankan syariah kini telah memasyarakat di tanah air dengan 11 Bank Umum Syariah (BUS) serta 24 Unit Usaha Syaraiah (UUS)  yang menebar kantor layanan di seluruh Indonesia.

    Sebagai inisiator dan perintis industri ini, Bank Muamalat kini telah menapaki dekade ketiga tumbuh kembangnya di Indonesia.

    Bank Muamalat menyelenggarakan perayaan Milad ke-20 di Four Seasons Hotel, Jakarta 25/5. Selain Jajaran Manajemen Bank Muamalat, acara yang dimeriahkan oleh artis Ibukota seperti Vina Panduinata, Raisa, Vidi Aldiano dan Mayla Fayza ini turut dihadiri pula tokoh-tokoh nasional.

    Peluncuran logo baru ditujukan untuk merevitalisasi dan meremajakan citranya yang sedang bertransformasi menjadi bank yang modern ditengah masyarakat yang tumbuh cepat dan dinamis.  Logo baru Bank Muamalat merepresentasikan upaya pionir perbankan syariah ini untuk menyatukan spirit emosional dan komersial sehingga keduanya menyatu harmonis dalam menciptakan pengalaman baru berbank syariah. “Bank Muamalat tak berniat hanya menjadi alternatif, namun kami berkomitmen memberikan layanan kelas satu dan menjadi pilihan utama masyarakat” ungkap Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin. 

    Dalam perkembangannya, Bank Muamalat telah memulai tradisi pertumbuhan tinggi perbankan syariah yang selalu melampaui para saudara tuanya, perbankan konvensional. Dalam lima tahun terakhir (2007 ke 2011) Aset Bank Muamalat berlipat 3 kali dari Rp 10.57 triliun menjadi Rp 32.48 triliun. Semantara Dana Pihak Ketiga berlipat pula dari Rp 8.69 triliun menjadi Rp 26.66 triliun. Adapun Pembiayaan tumbuh signifikan dari Rp 8.62 triliun menjadi Rp 22.47 triliun. Apabila dibandingkan dengan satu dekade lalu (akhir 2001), maka pertumbuhan tercatat berlipat 20 kali dimana pada saat itu Aset Bank Muamalat tercatat hanya Rp 1.6 triliun.

    Tentunya pencapaian tersebut tak terlepas dari berbagai strategi yang dijalankan pionir perbankan syariah ini dalam mengakselerasi pertumbuhannya. Misalnya dengan ekstensifikasi jaringan kantor yang dilakukan secara lebih selektif, dan difokuskan untuk memperdalam penetrasi pasar di lokasi atau wilayah yang selama ini belum dijangkau. Hal ini terutama dilakukan dengan perluasan jaringan kantor cabang pembantu. Pada tahun 2011 lalu saja Bank Muamalat menambah jumlah kantor sekitar 48 unit , termasuk di daerah-daerah yang belum terjangkau layanan syariah. Kini, kantor Bank Muamalat tersebar cukup merata di seluruh propinsi. Di Kawasan Indonesia Timur (KTI) misalnya, Bank Muamalat telah membuka kantor di Kupang, Manado, Jayapura, Timika, Sorong, bahkan Merauke. “Dalam 3 tahun terakhir, jumlah kantor Bank Muamalat berlipat dua kali dari 181 kantor (2008) menjadi 360 kantor (2011).  Selain berkontribusi signifikan meningkatkan porsi ritel, jaringan yang luas kami harapkan dapat mendorong tumbuhnya perekonomian di berbagai daerah”, jelasnya.

    Bank Muamalat juga tak enggan berinvestasi pada mesin ATM. Tak hanya mengandalkan aliansi dengan 39.000 jaringan ATM Bersama dan Prima bagi para nasabahnya guna menjalankan transaksi tarik tunai bebas biaya, Bank Muamalat juga melipatgandakan jumlah ATM Mualalat dari hanya 22 unit (2009) menjadi 475 unit (2011). Jumlah ATM Muamalat akan ditambah lagi hingga jumlahnya mencapai 1000 unit dalam waktu dekat. Untuk memantapkan aksesibilitas nasabah, The Best Isl amic Bank in Indonesia versi Global Finance – New York ini juga mengoperasikan layanan kantor berjalan sejak akhir tahun 2011, jumlahnya direncanakan akan mencapai 50 unit mobil pada akhir 2012 dan tersebar di berbagai daerah.

    Komitmen melangkah ke tingkat  regional telah diwujudkan sejak 2008 dengan dibukanya kantor internasional di Kuala Lumpur, Malaysia. Hingga kini, Bank Muamalat masih menjadi satu-satunya bank asal Indonesia yang telah mengoperasikan cabang penuh (full branch) di negeri jiran tersebut, mengingat tak hanya menjajakan remitansi, cabang Kuala Lumpur beroperasi secara penuh dengan menawarkan berbagai produk penghimpunan dana maupun pembiayaan.

    Transformasi dijalankan pula dalam bidang perbankan elektronik yaitu Mobile Banking dan Internet Banking yang saat ini tengah terus diperkuat infrastrukturnya dan diperkaya fiturnya untuk melayani nasabah individu maupun nasabah perusahaan melalui layanan Cash Management. “Fasilitas perbankan elektronik sedang kami lengkapi sehingga inshaAllah akhir tahun ini dapat jauh lebih handal dibanding tahun-tahun sebelumnya”. tutupnya.



   
Project Falah-Proposed Announcement
 
Laba Bersih Bank Muamalat Tumbuh 42%
 
Penganugerahan IFN Award
 
Bank Muamalat Jadi Bank Syariah Paling Inovatif di Dunia
 
Bank Muamalat Raih Predikat Terbaik di Dunia
 
SURAT UTANG: Permintaan sukuk Bank Muamalat berlebih
 
 
 

Efektif per 1 Maret 2013 biaya kartu Shar-e Gold Debit adalah Rp 2.500,- per bulan. Info hubungi SalaMuamalat (021) 500016      Project Falah-Proposed Announcement      Bank Muamalat Targets Higher Fee-Based Income      Bank Muamalat Receives IDR328 Billion Funding from SMF      Sarana Multigriya distributes IDR328 billion to Bank Muamalat      Bank Muamalat to diversify credit distribution      Bank Muamalat Readies for Rp 1.5t Islamic Bond Sale      Bank Muamalat Issues Subordinated Sukuk Worth IDR 1.5 Trillion      Muamalat’s sukuk set to be launched      Bank Muamalat shareholders to absorb IDR800 billion subordinated bonds      SHARIA BANKING: Q1, Bank Muamalat pockets IDR86.9 billion net profit