Cari

BERANDA > BERITA & KARIR > > SIARAN PERS


  • Sabtu, 30 Juni 2012

    Bank Muamalat tengah berupaya menghimpun dana ritel guna meningkatkan porsinya dalam portfolio Dana Pihak Ketiga (DPK). Kali ini, Bank Muamalat memilih aktivitas wisata guna mempromosikan layanan perbankan syariah bagi masyarakat di daerah.

    Bertempat di Bukittinggi Sabtu 30/6 Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melepas sekira 1000 pesepeda dalam event Muamalat Tour de Harau yang diselenggarakan pionir perbankan syariah ini. “Sektor pariwisata di Sumatera Barat potensinya sangat menjanjikan, kegiatan wisatapun dapat menjadi strategi dalam memasyarakatkan perbankan syariah”, ungkap Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin.

    Berpartisipasi pula dalam kegiatan ini Direktur Ritel Bank Muamalat Adrian A. Gunadi, Bupati Lima Puluh Kota Alis Marajo sebagai tuan rumah dan para bupati dari kabupaten-kabupaten di salah satu provinsi di pulau Sumatera tersebut.

    Bank Muamalat kini menebar 7 kantor di Sumatera Barat antara lain di Kota Padang, Bukittinggi, Solok dan Pasaman.  Per medio Juni 2012, Bank Muamalat di Sumatera Barat membukukkan aset Rp 384.8 miliar. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Pembiayaan tercatat masing-masing di posisi Rp 185.8 miliar dan Rp 197.9 miliar. Di wilayah ini, Bank Muamalat sangat ekspansif menyalurkan Pembiayaan dan merealisasikan tingkat intermediasi yang tinggi, dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) berada di posisi 106.5% . Walaupun ekspansif, prinsip kehati-hatian (prudential) dijalankan secara baik, dengan tingkat Non Performing Loan (NPF) yang rendah (1.7%).

    Ekspansi Pembiayaan banyak disalurkan bagi sektor ritel yang porsinya sekitar 83% dari total portfolio. Sektor ekonomi yang banyak dibiayai antara lain Properti yang mengambil bagian 63% dari pembiayaan ritel. Selain itu, Pembiayaan banyak pula disalurkan bagi Koperasi, UKM serta Konsumtif. Untuk memperluas ekspansi pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Bank Muamalat menggandeng 4 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) terbesar di Sumatera Barat guna penyaluran pembiayaan dengan skema channeling untuk meningkatkan aksesibilitas UMKM terhadap pembiayaan berbasis syariah dengan plafon yang kecil. Bank Muamalat juga berekspansi ke sektor agribisnis dan pariwisata. Sektor agribisnis yang dibiayai antara lain berbagai usaha berbasis peternakan di Kabupaten Payakumbuh serta perkebunan di Kabupaten Pasaman. Sementara sektor pariwisata yang digarap diantaranya Perhotelan dan Rumah Makan. Adapun pembiayaan korporasi dengan plafon yang lebih besar banyak disalurkan bagi sektor Industri.

    Di Sumatera Barat, bank syariah tertua di Indonesia ini telah memiliki sekitar 50.000 nasabah aktif. Dana ritel dari produk-produk saving accounts (tabungan) cukup mendominasi dengan porsi 45.3% atau Rp 84.2 miliar dari total Dana Pihak Ketiga  (Rp 185.8 miliar). “Sumatera Barat masih menjanjikan potensi pasar ritel yang besar, baik dari aspek penghimpunan dana maupun pembiayaan. Kami kini berkonsentrasi untuk mengoptimalkan fungsi outlet-outlet Bank Muamalat di wilayah ini untuk menjaring nasabah baru”, imbuh Arviyan yang lahir di Padang 27 April 1964 ini. 

    Menilik Asetnya, Sumatera Barat menyumbang 9.2% dari total Aset Bank Muamalat di Sumatera (Rp 4.19 triliun). 7 kantor Bank Muamalat di Sumatera Barat melengkapi 84 kantor di seluruh wilayah Sumatera dan 360 kantor di Indonesia. Sumatera sendiri menyumbang 13.4% total aset Bank Muamalat secara nasional (Rp 31.3 triliun).

    Muamalat Tour de Harau dimeriahkan pula oleh agenda Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Muamalat dengan membagikan perlengkapan usaha bagi para pengrajin batu bata di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota. Selain itu Bank Muamalat juga menyerahkan bantuan prasarana pembangunan bagi sekolah menengah di Kecamatan Luak.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program tanggung jawab sosial Bank Muamalat yang dijalankan secara berkelanjutan, terutama pasca terjadinya bencana Gempa di Kota Padang (2009) dan Tsunami di Kepulauan Mentawai (2010). Terhitung pasca terjadinya dua bencana tersebut, total plafond yang telah disalurkan Bank Muamalat melalui berbagai program sosial pemberdayaan masyarakat senilai Rp 1.53 miliar. Program ini dijalankan dalam 3 tahapan, yaitu tahap emergency, rehabilitasi dan recovery. Di luar aktivitas tersebut, Bank Muamalat juga menyalurkan pemberdayaan usaha mikro, melalui program Komunitas Usaha Mikro Berbasis Masjid (KUM3) bagi masyarakat kurang mampu dengan realisasi Rp 174.6 juta. “Bank Muamalat berupaya menjalankan tanggung jawabsosialdengan berkesinambungan sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh masyarakat, hal ini pula yang kami implementasikan pasca gempa dan tsunami di Sumatera Barat”, pungkasnya. (hnf/hnf)



   
Project Falah-Proposed Announcement
 
Laba Bersih Bank Muamalat Tumbuh 42%
 
Penganugerahan IFN Award
 
Bank Muamalat Jadi Bank Syariah Paling Inovatif di Dunia
 
Bank Muamalat Raih Predikat Terbaik di Dunia
 
SURAT UTANG: Permintaan sukuk Bank Muamalat berlebih
 
 
 

Efektif per 1 Maret 2013 biaya kartu Shar-e Gold Debit adalah Rp 2.500,- per bulan. Info hubungi SalaMuamalat (021) 500016      Project Falah-Proposed Announcement      Bank Muamalat Targets Higher Fee-Based Income      Bank Muamalat Receives IDR328 Billion Funding from SMF      Sarana Multigriya distributes IDR328 billion to Bank Muamalat      Bank Muamalat to diversify credit distribution      Bank Muamalat Readies for Rp 1.5t Islamic Bond Sale      Bank Muamalat Issues Subordinated Sukuk Worth IDR 1.5 Trillion      Muamalat’s sukuk set to be launched      Bank Muamalat shareholders to absorb IDR800 billion subordinated bonds      SHARIA BANKING: Q1, Bank Muamalat pockets IDR86.9 billion net profit