Cari

BERANDA > BERITA & KARIR > SIARAN PERS


  • Senin, 7 Juni 2010

    Kiprah Bank Muamalat Indonesia (BMI) untuk memberdayakan Usaha Kecil Menengah (UKM) tampaknya akan semakin menggeliat di Provinsi Bengkulu. Pasalnya, Rabu 3/6 Bank Pertama Murni Syariah ini akan membuka kantor layanannya  di kota Curup.


    Launching kantor layanan Curup dihadiri oleh Pemimpin BMI Cabang Bengkulu, Dendy Prasetya, Pemimpin Bank Indonesia Bengkulu, Causa Iman Karana dan Bupati Rejang Lebong, Suherman. “Bank Muamalat berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan layanan perbankan yang Islami, namun juga mudah diakses di SOPP POS, Jaringan ATM dan aliansi yang sangat luas”, ujar Bambang. “Pembukaan kantor layanan Curup akan mendukung upaya Bank Muamalat untuk mengakselerasi peningkatan porsi funding dan financing ritel secara nasional”, imbuh Dendy. Dalam acara ini pula ditandatangani MoU kerjasama antara Bank Muamalat dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup untuk program edukasi perbankan syariah bagi 3000 mahasiswanya. Turut berpartisipasi pula Baitul Maal Muamalat (BMM) memberikan santunan kepada anak yatim di wilayah tersebut.


    Curup merupakan ibukota Kabupaten Rejang Lebong yang terletak di pegunungan bukit barisan dan dikelilingi Bukit Kaba dan Bukit Daun. Kota kedua terbesar di Propinsi Bengkulu ini berjarak sekitar 85 km dari Kota Bengkulu dan pernah menjadi Ibukota Sumatra Selatan pada masa revolusi di bawah kepemimpinan Gubernur A.K. Gani.


    Adapun Kabupaten Rejang Lebong berpenduduk 250.000 jiwa dan memiliki luas wilayah 4.109,8 km². Mayoritas penduduknya bermata pencaharian petani, pedagang dan PNS adapun suku aslinya adalah suku Rejang dan suku Lembak. Terdapat pula masyarakat pendatang dari suku Jawa, Lembak, Minang, dan Serawai. Kabupaten ini dikenal pula sebagai salah satu habitat tumbuhnya dua spesies bunga terbesar di dunia, yaitu bunga Raflessia Arnoldy dan bunga Amorphopalus Titanuum.


    Bank Muamalat tengah berupaya menggenjot porsi ritel dalam portfolio penghimpunan dana  maupun pembiayaannya. Untuk itu, pioneer perbankan syariah ini terus berekspansi di daerah. Tak hanya menyasar Kota Curup dan Kabupaten Rejang Lebong, kantor layanan Curup juga akan mengkover wilayah kab. Kepahiyang dan kab. Lebong. Lebih jauh, kantor layanan ini juga akan menyasar nasabah lintas profinsi yaitu yang berasal dari Kotamadya Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.


    Penghimpunan Dana Ritel akan didongkrak melalui inovasi terbaru produk Tabungan Haji Arafah Reguler dan Tabungan Haji Arafah Plus. Tabungan Haji Arafah Reguler dapat dibuka hanya dengan setoran pembukaan Rp 250.000. Nasabah mendapat cover asuransi jiwa secara gratis selama menabung yang manfaatnya diterima oleh ahli waris apabila nasabah meninggal dunia. Produk ini tidak lagi menggunakan akad mudharabah (bagi hasil), tetapi menggunakan akad wadi'ah (titipan). Dengan akad wadi’ah, BMI dapat memberikan bonus kompetitif apabila rekening nasabah mencapai saldo tertentu.


    Adapun Tabungan Haji Arafah Plus ditujukan bagi nasabah premium yang merencanakan berhaji dalam waktu yang lebih singkat. Jumlah setoran awal sebesar Rp 1.500.000,-, sebagai kompensasi, nasabah mendapat cover asuransi tambahan selain klaim meninggal dunia yaitu jasa layanan darurat medis selama menabung dan berhaji. Dengan akad Mudharabah, bagi hasil Tabungan Haji Arafah Plus akan senantiasa bertambah seiring bertumbuhnya saldo. Bagi nasabah produk ini, BMI meyediakan tabel perencanaan yang memudahkan nasabah menyusun rencana setoran setiap bulannya, sekaligus proyeksi keberangkatannya. Selain itu, produk funding ritel yang sebelumnya sudah dikenal seperti Shar-E dan Tabungan Ummat juga tetap akan optimal dipasarkan.


    Sementara untuk pembiayaan ritel akan mengandalkan produk Pembiayaan Hunian Syariah. Produk berjangka waktu hingga 15 tahun ini dapat digunakan untuk kepemilikan rumah, ruko, rukan, apartemen, kios serta take over KPR. Adapaun plafond maksimal untuk produk ini adalah Rp 10 Milyar tanpa adanya penalty (denda) bagi nasabah yang mempercepat pelunasan.


    Hingga April 2010, aset BMI Cabang Bengkulu mencapai Rp 61.71 Miliar. Adapun penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 57.7 Miliar dan terkonsentrasi pada sektor ritel dengan porsi tabungan lebih dari 70 % (Rp 40.6 Miliar). Cabang inipun cukup ekspansif menyalurkan pembiayaan hingga Rp 66.2 Miliar melebihi Dana Pihak Ketiga (DPK)nya, sehingga Financing to Deposit Ratio (FDR)nya mencapai 114.6%. Agresif memberikan pembiayaan tidak menyebabkan BMI Cabang Bengkulu mengurangi kehati-hatiannya, terlihat melalui angka pembiayaan bermasalahnya yang hanya 0.78% per April 2010. (hnf/hnf)



   
Lowongan Pekerjaan di Cabang Pluit
 
Lowongan Pekerjaan di Cabang Pancoran
 
Lowongan Pekerjaan di Cabang Malang
 
Lowongan Kerja MODP Spesialis IT (MODP IT)
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
 
 

KLARIFIKASI KERJASAMA (ANTI FRAUD) 2013      PROMO SUBSIDI BELANJA 20%      Efektif per 1 Maret 2013 biaya kartu Shar-e Gold Debit adalah Rp 2.500,- per bulan. Info hubungi SalaMuamalat (021) 500016      Project Falah-Proposed Announcement      Bank Muamalat Targets Higher Fee-Based Income      Bank Muamalat Receives IDR328 Billion Funding from SMF      Sarana Multigriya distributes IDR328 billion to Bank Muamalat      Bank Muamalat to diversify credit distribution      Bank Muamalat Readies for Rp 1.5t Islamic Bond Sale      Bank Muamalat Issues Subordinated Sukuk Worth IDR 1.5 Trillion      Muamalatís sukuk set to be launched      Bank Muamalat shareholders to absorb IDR800 billion subordinated bonds      SHARIA BANKING: Q1, Bank Muamalat pockets IDR86.9 billion net profit