|
|
|
|
|
|
|
|
Arviyan Arifin, alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB), lahir dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Padang, Sumatera Barat.
Debut karirnya dimulai sejak saat awal pendirian Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1991, sebelumnya menjalani karir perbankan di Bank Duta (1989-1991). Beliau memperoleh penghargaan sebagai karyawan terbaik Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1995. Melanjutkan kiprah suksesnya sebagai Direktur Bisnis selama dua periode (1999-2004 dan 2004-2009), beliau saat ini menjabat sebagai President Director Bank Muamalat Indonesia.
Beliau berperan aktif sebagai Ketua Tim Asset Restructuring Bank Mualmalat Indonesia pada masa krisis 1998. Kepemimpinannya telah membawa asset Bank Muamalat meningkat 600 Miliyar hingga mencapai Rp. 15 Triliun.
Beliau telah berpartisipasi dalam berbagai training, lokakarya dan symposium di tingkat nasional dan international diantaranya The 5th Batch Professional Director Program and Competitive Marketing 2000 (Jakarta), serta Advance Project Finance (Sydney).
Andi Buchari, Lahir di Jakarta. Memperoleh gelar master dengan predikat Cum Laude dan Best Graduate di bidang Finance dari Universitas Atmajaya (1996), gelar sarjananya diperoleh di Institut Pertanian Bogor (1998), juga dengan predikat Best Student.
Sebelum bergabung bersama Bank Muamalat, beliau berkarir antara lain di Kujang United Catalist yang merupakan afiliasi dari United Catalist Inc, USA sebagai Deputy Sales and Logistic Manager di PT. Sekar Laut Group (1989), serta sebagai Production Supervisor di PT. Blambangan Raya (1988).
Saat ini menjabat sebagai Compliance and Corporate Planning Director Bank Muamalat Indonesia. Beliau pernah menduduki berbagai jabatan sebelum akhirnya berada di jajaran direksi, yaitu sebagai Head untuk beberapa Divisi diantaranya Corporate Secretary, Corporate Support Internal Audit, Treasury & Investment, Marketing, serta sebagai regional Manager (Sumut, Sumbar, Riau dan Aceh).
Beliau juga dipercaya untuk menjadi Tim Leader beberapa penugasan khusus, seperti Tim Capital Raising and Right Issue, Tim Business Re-engineering dan Tim Strategic Business Plan.
Selain itu, beliau aktif mengikuti training dan seminar di dalam dan di luar negeri, antara lain di Davos (Switzerland), Amsterdam (Netherland), Manama (Bahrain), Abu Dhabi (UAE), Hong Kong, Singapore dan Malaysia.
Luluk Mahfudah, lahir dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jombang. Lulus, dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (1991).
Mengawali karir sebagai Trainee Muamalat Officer Development Program (MODP II) (1993-1994), lalu menjabat sebagai Account Manager Bank Muamalat cabang Fatmawati (1994-1995), Account Manager Kantor Pusat (1995-1999) dan sebagai Deputy General Manager (1999-2002).
Beliau selanjutnya menjabat sebagai Branch Manager Kalimalang (2002-2003) dan Fatmawati (2004-2007), serta sebagai Business Manager Kantor Pusat (2007-2008) dan Kantor Pusat Line 1 & 2 (2008-Juli 2009) hingga akhirnya menjabat sebagai Direktur Corporate Banking saat ini.
Farouk Abdullah Alwyni, MA, MBA - Direktur
Farouk A. Alwyni, lahir di Jakarta, Memperoleh gelar M.B.A dalam bidang keuangan dan perbankan internasional dari The Birmingham Business School, The University of Birmingham, UK (2004) dan MA dalam bidang ekonomi dari The New York University, USA (1998).
Beliau memulai pengalaman internasionalnya sebagai graduate intern di High Commissioner for Human Rights, Centre for Human Rights (HCHR/CHR), di United Nations Headquarters, New York, USA (1997). Setelah itu memulai kiprah keuangan Islamnya di Islamic Development Bank (IDB) selama delapan tahun dengan memulai karir sebagai Young Professional Programme.
Selanjutnya beliau ditugaskan sebagai Trade Finance Officer yang menangani wilayah Bangladesh dan Indonesia (2000-2003), sebagai Senior Trade Finance Officer, yang menangani wilayah Indonesia, Iran, Maldives, Kazakhstan dan Tajikistan (2004-2006) dan sebagai Head of Market Research & Monitoring Section (2007).
Selama masa tugasnya di IDB, beliau diantaranya pernah terlibat sebagai sekretaris Task Force untuk mengkaji "The Feasibility of Using Gold Dinar as a means of settlement for trade among OIC member countries" dan juga koordinator bidang perdagangan dan investasi di dalam Task Force untuk merumuskan "The 2020 vision of IDB and the Ummah".
Pada tahun 2007-2009 beliau menjabat sebagai Direktur PT. AL Ijarah Indonesia Finance yang didirikan bersama oleh Bank Muamalat Indonesia, Boubyan Bank Kuwait & International Leasing & Investment Company Kuwait sebelum akhirnya bergabung sebagai Treasury and International Banking Director Bank Muamalat Indonesia.
Dalam perjalanan karirnya, beliau aktif mengikuti training dan seminar di dalam dan luar negeri, baik sebagai peserta, moderator ataupun pembicara, diantaranya adalah Euromoney Financial Training Programme (1998-2007), Middle East Syndicated Financing (Dubai, 2007), Islamic Finance Road Show (Jakarta, 2009) dan Financial Industry Conference (Kuala Lumpur, 2009)
Adrian A. Gunadi, SE, MBA - Direktur
Adrian A. Gunadi, memperoleh gelar MBA dalam bidang Finance dari Rotterdam School of Management Erasmus Graduate School of Business, Netherlands (2003), setelah sebelumnya memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (1999).
Merintis karir perbankan di Citigroup sebagai Management Associate, Corporate Banking, Local Corporate Group (1999-2000) dan Associate Cash Products Manager (2000-2001). Selanjutnya beliau bergabung sebagai Cash Management Product Manager (2001-2002) dan Assistant Director, Financial Institution Relationship Standard Chartered Bank, Jakarta (2004-2006), ia tahun 2006 memperoleh international Assignment sebagai Associate Director, Islamic Products, Standard Chartered Saadiq ,Dubai , UAE.
Setelah menjabat sebagai Head of Syariah Banking, PT Permata Bank, pada juli 2009 beliau bergabung bersama Bank Muamalat Indonesia sebagai Direktur.
Telah berpartisipasi dalam berbagai training, lokakarya dan symposium di tingkat nasional dan internasional diantaranya dalam Global Forum, Islamic Financial Market (Jakarta, 2008), Islamic Sukuk, Bringing Into Markets (Singapore, 2008), Islamic Finance, Structured Products (Dubai, 2007), Derivates Academy (Abu Dhabi, 2007) Oxford Leadership Program (UK, 2007) dan Corporate Finance Structuring Workshop (Hong Kong, 2006).
|
|||||||||||||||