Cari

BERANDA > BERITA & KARIR > INFO MUAMALAT > BERITA INDUSTRI SYARIAH


  • Selasa, 2 Desember 2003

    JAKARTA - Bank Indonesia menegaskan bahwa tidak ada langkah dari bank sentral itu untuk membatasi perkembangan perbankan syariah. Bahkan, bank Indonesia (BI) mengharapkan ada penambahan jumlah jaringan bank syariah yang signifikan.

    "Kita tidak membatasi. Kalau banyak kengininan untuk berkembang, itu yang kita harapkan. Jadi, kita menginginkan agar terus berkembang, " ujar Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Anwar Nasution, kepada wartawan seusai diskusi tentang White Paper di The Amin Rais Center Jakarta, Kamis (25/9).

    Anwar menambahkan perkembangan perbankan syariah di Indonesia belum sebesar yang ada di Malaysia. Di Indonesia, paparnya, pangsa pasar perbankan syariah baru mencapai sekitar satu persen.

    Di negeri jiran itu, papar Anwar, perkembangan perbankan syariah didukung oleh struktur masyarakat yang sudah mapan. "Malaysia mempunyai tabung haji yang sangat kuat. Dan tidak ada korupsi di Malaysia,"tandasnya.

    Hal itu, kata dia, tentu berbeda dengan kondisi masyarakat di Indonesia yang masih kuat nuansa KKN-nya. Oleh karena itu, ia menjelaskan, masih kecilnya pangsa pasar bank syariah di Indonesia tidak dikarenakan ketatnya aturan dari BI.

    Menurutnya,masyarakat Muslim juga harus dibangun kesadarannya akan pentingnya bank syariah. "Jangan salahkan BI saja," tuturnya.

    Data BI menyebutkan, meskipun perkembangan perbankan syariah relatif sangat pesat, hingga saat ini pangsa pasar perbankan syariah masih relatif kecil. Bank jumlah aset maupun dana pihak ketiga masih di bawah satu persen dari total perbankan nasional.

    Konferensi Internasional

    Dalam kesempatan sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Maulana Ibrahim, mengatakan BI akan menggelar konferensi internasional mengenai bank syariah. Acara tersebut akan digelar di Jakarta, 30 September hingga 2 Oktober. "Konferensi akan menghadirkan sejumlah pembicara dari sekitar 18 negara,"ujarnya.

    Dia menjelaskan konferensi yang bertema `Manajemen Resiko, peraturan dan pengawasan untuk mencapai keseragaman peraturan internasional` itu merupakan kerjasama antara BI, Depkeu, dan Islamic Development Bank (IDB). "Tujuan penyelenggaraan konferensi adalah untuk menyediakan suatu forum internasional untuk penyampaian pemikiran dan diskusi tentang relevansi perbankan syariah dalam konteks penciptaan stabilitas sistem keuangan," tuturnya.

    Selain itu juga untuk mempelajari karakteristik unik dari risiko usaha perbankan syariah, dan manajemen risiko serta sistem pengawasan perbankan syariah guna menciptakan harmonisasi dan konvergensi pengaturan perbankan syariah secara internasional.

    Menurut Maulana, forum konferensi akan menghadirkan 25 pembicara dari berbagai lembaga internasional seperti IDB, IMF, Bank Dunia, International Islam Financial market, dan International Islamic Rational Agency, dan sejumlah bank sentral negara-negara yang sudah menerapkan bank syariah.

    Cakupan materi konferensi terdiri atas materi yang berkaitan dengan stabilitas sistem keuangan, implikasi penerapan Basel II terhadap perbankan syariah internasional, arsitektur sistem keuangan syariah, government dan manajemen risiko pada perbankan syariah serta hasil riset mutakhir tentang perbankan syariah.

    Sumber : Republika - Jumat, 26 September 2003



   
Lowongan Pekerjaan di Cabang Pluit
 
Lowongan Pekerjaan di Cabang Pancoran
 
Lowongan Pekerjaan di Cabang Malang
 
Lowongan Kerja MODP Spesialis IT (MODP IT)
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
 
 

KLARIFIKASI KERJASAMA (ANTI FRAUD) 2013      PROMO SUBSIDI BELANJA 20%      Efektif per 1 Maret 2013 biaya kartu Shar-e Gold Debit adalah Rp 2.500,- per bulan. Info hubungi SalaMuamalat (021) 500016      Project Falah-Proposed Announcement      Bank Muamalat Targets Higher Fee-Based Income      Bank Muamalat Receives IDR328 Billion Funding from SMF      Sarana Multigriya distributes IDR328 billion to Bank Muamalat      Bank Muamalat to diversify credit distribution      Bank Muamalat Readies for Rp 1.5t Islamic Bond Sale      Bank Muamalat Issues Subordinated Sukuk Worth IDR 1.5 Trillion      Muamalatís sukuk set to be launched      Bank Muamalat shareholders to absorb IDR800 billion subordinated bonds      SHARIA BANKING: Q1, Bank Muamalat pockets IDR86.9 billion net profit