Cari

BERANDA > BERITA & KARIR > INFO MUAMALAT > BERITA INDUSTRI SYARIAH


  • Selasa, 13 Januari 2009

    JAKARTA, SELASA - Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang terpangkas 50 basis poin mau tak mau melahirkan tren penurunan suku bunga deposito. Kondisi tersebut dianggap sebagai peluang emas oleh perbankan syariah. Ketika bunga makin tidak menarik dan ketidakpastian suku bunga akibat gejolak krisis mulai membingungkan masyarakat, sistem bagi hasil yang ditawarkan perbankan syariah bisa menjadi pilihan yang tepat.

    "Kami melihat tren penurunan suku bunga sebagai salah satu peluang bagi perbankan syariah," kata Andi Buchari, Direktur Bank Muamalat, Senin (12/1). Kondisi tersebut telah terlihat trennya sejak awal terjadinya krisis keuangan global. Hal itu dapat dilihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank Muamalat Indonesia (BMI). DPK BMI mengalami pertumbuhan cukup pesat pada tahun 2008. Tercatat DPK yang berhasil dijaring Bank Muamalat pada 2008 mencapai Rp 10,7 triliun. Angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 16 persen dibandingkan 2007 yang membukukan angka Rp 8,69 triliun.

    Hal senada juga diakui Ani Murdiati, Direktur Bisnis Bank Mega Syariah. "Sistem bagi hasil akan kembali dilirik saat bunga tidak lagi menjanjikan," cetusnya. Hingga Desember 2008, total DPK yang berhasil dihimpun Mega Syariah mencapai Rp 2,646 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari deposito yang mencapai 90 persen. Untuk itu, Mega Syariah pun berencana menambah 170 cabang lagi pada 2009.

    Sejalan dengan rencana yang dilakukan Mega Syariah, Bank Muamalat pun berencana meningkatkan penetrasi pasar. "Sepanjang 2008 Muamalat telah menyiapkan 37 kantor layanan baru di Indonesia dan Malaysia," kata Andi. Rencananya, ke 37 outlet tersebut akan mulai beroperasi tahun 2009.

    Untuk memanfaatkan momen tren penurunan suku bunga ini, Bank Muamalat juga mulai membuka cabang-cabang di lokasi yang tidak hanya terpaku pada pertimbangan lingkungan Islami namun telah mulai merambah ke lokasi-lokasi perputaran bisnis terdepan di kota-kota besar. Sebagai contoh, "Di Jakarta kami mulai buka outlet di Roxy, Mangga Dua, dan daerah Pulo Gadung," kata M Hidayat, Direktur Keuangan Bank Muamalat.

    Tidak hanya itu, tahun 2009, Bank Muamalat menargetkan pertumbuhan aset dan pertumbuhan DPK bisa mencapai 20 persen. "Andalan pemicunya adalah dana pihak ketiga. Tujuan utamanya memang memperbesar laba, bukan sekadar memperbesar aset," tandasnya. (Nadia Citra Surya/Kontan)



   
Lowongan Pekerjaan - Cabang Cengkareng
 
Job Vacancy - Head Office
 
Job Vacancy - Sub Branch Manager
 
Bank Muamalat Fokus Pembiayaan UMKM Kalteng
 
Tabungan Muamalat Raih Digital Brand Award 2011
 
Muamalat Memberikan Sumbangan
 
 
 

Muamalat to boost corporate loan to IDR12.25 trillion in 2012       Bank Muamalat boosts gross profit by 93,15%       Cross Countries Collaboration to Challenge Facebook      Bank Muamalat Awarded Best Islamic Finance Bank      Russian Bankers and Economist Undertake in Depth Study Visit to Bank Muamalat      Bank Muamalat Awarded Best Islamic Bank Teller      Bank Muamalat to Issue Global Sukuk      BMI Earnings Grew 200% in 2010      Bank Muamalat Indonesia has Granted Financial Assistance to PT ALIF      Bank Muamalat Indonesia Collaborating with Bank Muamalat Malaysia & Maybank to Render Remittance Service