By: daniri
Di tengah krisis ekonomi global yang membuat perekonomian dunia megap-megap, industri keuangan syariah menunjukkan keunggulan-keunggulan yang dimilikinya. Industri syariah relatif tak terkena dampak krisis yang terjadi. Karena itulah, Ahmed Abisorour, salah seorang anggota Dewan Komisaris Bank Muamalat 2006-2009, menilai, krisis sebenarnya memberikan momen penting kepada industri perbankan syariah untuk unjuk gigi.
"Krisis ini memberikan kesempatan strategis bagi perbankan syariah untuk menunjukkan apa yang bisa ditawarkan perbankan syariah," kata Abisorour, kepada wartawan Republika Yogie Respati, sehari sebelum rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank Muamalat, pekan lalu.
Kepada Republika, pria yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di lembaga keuangan internasional di 34 negara itu bercerita banyak.
Bagaimana Anda melihat perkembangan industri keuangan syariah secara global?
Penting untuk diketahui, pertumbuhan industri keuangan syariah dapat dibedakan ke dalam tiga periode. Pertama adalah masa awal, saat seperempat abad lalu. Saat itu industri perbankan syariah berjalan berkat dedikasi dan ketekunan para stakeholder dan kesetiaan nasabah. Bank beroperasi melawan arus utama karena peraturan dan wacana hukum di kebanyakan negara murni konvensional. Kompetisi diantara bank konvensional pun cukup sengit. Periode kedua ditunjukkan dengan munculnya bank syariah baru dan berpengalaman. Generasi baru nasabah yang memerlukan layanan canggih, mengalihkan perhatiannya ke bank syariah. Nasabah baru memerlukan layanan perbankan berkualitas dengan biaya sedikit. Pada periode ini bank konvensional juga mulai membuka window syariah. Begitu pula dengan asosiasi bank konvensional internasional yang juga merambah manajemen aset syariah.
Untuk pertama kalinya sejumlah negara Asia maupun Timur Tengah mulai melihat bank syariah sebagai sektor strategis dengan negara lainnya, seperti Bahrain, Uni Emirat Arab, Malaysia dan Indonesia, dengan mengembangkan blueprint yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri keuangan syariah.
Periode ketiga sudah dimulai dan mungkin tak disangka-sangka. Ini bermula saat arus globalisasi mempercepat proses perubahan struktural sektor perbankan di banyak negara.
Bagaimana Anda melihat peluang industri keuangan syariah di tengah kondisi krisis ekonomi global saat ini?
Krisis ekonomi global memberikan kesempatan strategis bagi perbankan syariah untuk menunjukkan pada dunia hal-hal apa saja yang dimilikinya. Singkatnya, pasar keuangan global membutuhkan produk keuangan inovatif yang didukung aktivitas ekonomi dan aset riil. Dan hal tersebut adalah kekuatan bank syariah.
Setidaknya ada lima hal yang menjadi peluang dan tantangan makro industri keuangan syariah. Kelimanya adalah peraturan yang mendukung, membentuk market linkages, instrumen-instrumen inovatif, kehadiran lembaga baru, dan menarik perjanjian bisnis yang prospektif. Kerja sama dan praktek perbankan syariah itu menghindari praktik ekonomi dan keuangan yang menyebabkan krisis keuangan global saat ini. Dalam mengerjakan bisnis syariah, yang dilakukan adalah kejujuran dan transparansi di seluruh transaksi, keadilan transaksi dan kompetisi tanpa adanya paksaan.
Beberapa bank telah menunjukkan pertumbuhan pesat dan inovatif, didorong tingginya permintaan pasar akan layanan dan produk bank syariah. Diantara bank tersebut adalah Bank Muamalat, yang menurut saya telah meraih pertumbuhan fenomenal dalam 10 tahun terakhir. Namun yang lebih penting adalah mempertahankan momentum yang sangat impresif ini.
Anda menyatakan perkembangan Bank Muamalat itu fenomenal. Bisa dijelaskan lebih rinci?
Pada 9 April lalu saya menghadiri acara Islamic Finance Mobilization and Strategic Project Origination di London. Saya mempresentasikan kinerja Bank Muamalat. Tujuan konferensi sendiri untuk mempromosikan kerja sama bisnis yang saling menguntungkan dalam pembiayaan syariah yang ditawarkan bank dan lembaga keuangan lainnya. Selama konferensi, para peserta sangat tertarik akan kesuksesan Bank Muamalat, terutama saat krisis kredit global terjadi. Mereka juga tertarik akan keuangan syariah modern yang telah berusia empat dekade. Ratusan bank dan lembaga keuangan syariah pun sudah beroperasi baik di negara muslim maupun non muslim. Sistem keuangan syariah yang bersifat universal akhirnya menunjukkan kekuatannya di tengah krisis, setelah mengalami segala macam tantangan.
Saya mengambil kesempatan itu untuk mengilustrasikan bahwa sebuah bank syariah seperti Bank Muamalat dapat tetap beroperasi di tengah ketatnya kompetisi, diantara lebih dari 100 bank. Dengan sumber daya terbatas, Bank Muamalat juga berhasil melewati krisis keuangan Asia satu dekade lalu tanpa bantuan pemerintah. Dalam satu dasawarsa saja Bank Muamalat mencatat pertumbuhan laba 42 persen di tengah pergolakan ekonomi domestik, regional dan internasional, serta jatuhnya profit industri perbankan.
Apa saja yang perlu dilakukan untuk mendukung Bank Muamalat di masa mendatang?
Kita telah menerima komitmen penguuran dana segar dari Indonesia dan Asia untuk melipatgandakan modal Bank Muamalat dalam tiga bulan ke depan. Selain itu kami juga memiliki link untuk mendapat dana segar dari Timur Tengah dan sumber international lainnya, yang akan kembali melipatgandakan modal baru Bank Muamalat dalam enam bulan ke depan. Dengan kata lain kami akan membangun momentum yang tepat, solid dan kuat untuk menambah empat kali lipat modal Bank Muamalat dalam waktu satu tahun tanpa membebani pemegang saham saat ini.
Namun kami meminta izin mereka untuk memperbolehkan investor strategis bergabung. Bank Muamalat telah membuka kantor cabang di Malaysia dan menjadi bank Indonesia pertama yang melakukannya. Kami sepenuhnya percaya diri Bank Muamalat dapat membuktikan kehadirannya di lima negara dalam waktu satu tahun. Hal tersebut terlihat dari para investor negara-negara tersebut yang ingin menerapkan model seperti Bank Muamalat. Untuk itu kami telah mengidentifikasi rekan dan bisnis strategis, sebagaimana yang dilakukan untuk membuka cabang di luar negeri.
Tentu saja pencapaian di atas tak dapat diraih tanpa dukungan penuh pemegang saham Bank Muamalat. Dengan track record bagus, kami mendorong para pemegang saham untuk terus mendukung dan menyuntik dana tambahan ke dalam modal Bank Muamalat, selain menempatkan sumber dana baru di bank. Bank Muamalat telah menarik perjanjian bisnis berkualitas di Indonesia dan menerapkan bisnis strategis perbankan tak hanya di Indonesia tapi juga hingga ke luar negeri.
Fokus umum kami dan akan tetap seperti itu, yakni mempromosikan perbankan syariah di Indonesia sesuai dengan prinsip syariah, sejalan peraturan Bank Indonesia. Dengan adanya dukungan pernyataan Presiden Indonesia dalam festival ekonomi syariah, itu menjadi salah satu bentuk dukungan untuk meraih lebih banyak kesuksesan di masa depan.
Apa harapan Anda untuk manajemen baru Bank Muamalat?
Jika shareholder ingin kita bekerja lebih keras, kita harus mendukung agar bank bisa berkembang lebih baik. Dalam pergantian manajemen kita berharap bank bisa terus mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Tidak hanya mempertahankan, kita tak ingin momentum yang ada ini berhenti. Statistik performa keuangan Bank Muamalat telah menunjukkan hasil yang bagus, dan kita harus mempertahankan prestasi itu. Fokus kami adalah yang terbaik untuk Indonesia. Bank Muamalat telah menunjukkan prestasi baik. Kami sendiri tak menyangka akan sebesar ini.
Bagaimana Anda melihat kondisi perbankan syariah Indonesia?
Saya rasa pemerintah cukup suportif dengan telah mengeluarkan sejumlah peraturan yang mendukung. Kesempatan bagi industri perbankan syariah Indonesia untuk tumbuh telah ada dan perlu kerja sama untuk dapat mengembangkan perbankan syariah. Presiden Indonesia telah menyatakan dukungan dan saya rasa kebutuhan dukungan yang diperlukan telah diberikan. Kini saatnya bagi bank-bank syariah untuk bekerja sama mengembangkan industri perbankan syariah di Indonesia.
|
|||||||||||||||