(Republika) Jumat, 28 Agustus 2009 pukul 01:52:00
"Hal itu akan memperluas jangkauan penyaluran dana ke masyarakat".
JAKARTA - Langkah Bank Muamalat yang membentuk BMT Shar-e bekerja sama dengan Pusat Inkubasi Bisnis dan Usaha Kecil (Pinbuk) dinilai positif. Untuk itu perlu dorogan agar program tersebut diikuti bank-bank syariah lainnya.
Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Agustianto, mengatakan, dengan membentuk BMT tersebut akan dapat menghimpun dana pihak ketiga bagi bank syariah, melalui produk yang ditawarkan di BMT. "Dana tersebut nantinya akan berguna untuk menyalurkan pembiayaan ke masyarakat," kata Agustianto di Jakarta, Kamis (27/8). Dengan adanya model BMT seperti itu, kata dia, penyaluran dana dapat langsung disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan.
Namun jika hal itu belum siap, menurut Agustianto, bank syariah dapat melakukan program kemitraan dengan melakukan joint financing bersama lembaga keuangan syariah lainnya. Pola program kemitraan dengan joint financing itu dinilai Agustianto ideal untuk kerja sama lembaga keuangan syariah karena risiko bisa dibagi bersama.
Namun ada hal yang menurut dia perlu diawasi. Perlu dicatat, lembaga keuangan tersebut telah memiliki manajemen keuangan dan memiliki rekam jejak cukup baik. "Harus ada kualifikasi dan standar uji kelayakan bagi lembaga keuangan yang akan diajak kerja sama. Hal itu pasti juga akan memacu motivasi lembaga seperti BPRS atau BMT untuk membuat manajemen keuangan lebih baik," ujar Agustianto.
Hal lain yang ditekankan Agustianto, pemerintah juga perlu mendukung program kemitraan itu. "Harus ada dukungan dari pemerintah, seperti Kementerian Negara Koperasi dan UKM, untuk paling tidak membantu menyiapkan pelatihan bagi SDM," kata dia. Pasalnya, lembaga keuangan syariah memiliki keterbatasan dalam melakukan pelatihan. Jika ada political will dari pemerintah untuk mendukung program kemitraan itu, Agustianto yakin program tersebut akan berjalan lebih optimal.
Agustianto membuka data, setidaknya ada sekitar 3.000 BMT saat ini. Persoalannya, 70 persen BMT itu masih membutuhkan dana yang kuat dan teknologi memadai. "Dengan program kemitraan, akan membuat BMT dan BPRS lebih berkembang," kata dia. Dalam mendorong sektor riil Bank Muamalat memang berencana menambah minimal 500 BMT Shar-e setiap tahun. Untuk pembiayaan ke sektor UKM Bank Muamalat pun mengoptimalkan penyaluran pembiayaan melalui BMT Shar-e.
Sebelumnya, Direktur Bisnis BRI Syariah, Ari Purwandono, mengatakan, BRI Syariah juga menjalin program kemitraan dengan BMT dan BPRS. Selain menyalurkan pembiayaan secara langsung, BRI Syariah juga menjalin kerja sama dengan lembaga seperti Pusat Inkubasi Bisnis dan Usaha Kecil, BMT Center, Asosiasi BMT Seluruh Indonesia dan Induk Koperasi Syariah untuk menentukan BMT yang sekiranya layak untuk memperoleh pembiayaan.
Di tahun pertama ini BRI Syariah telah menjalin kerja sama dengan sekitar 20 BPRS dan 20-30 BMT di Indonesia. Hingga Juli 2009 untuk penyaluran melalui program kemitraan BRI Syariah telah mencapai sekitar Rp 200 miliar.Berdasar data publikasi Bank Indonesia per Juni 2009, pembiayaan bank syariah mencapai Rp 42,1 triliun. Dari total pembiayaan tersebut Rp 30,5 triliun di antaranya disalurkan ke usaha kecil dan menengah, sedangkan Rp 11,6 triliun lainnya ke non UKM. gie
Perlu Sejalan Seiring
Meski setiap tahun bertambah, penyaluran dana bank syariah kepada masyarakat masih perlu diperluas. Untuk itu, usulan agar adanya kerja sama antarbank yariah, tampaknya layak dipertimbangkan.
| Perkembangan Jumlah Bank Syariah | |||
| Tahun | 2006 | 2007 | 2008 |
| Jumlah | 23 | 29 | 32 |
|
|||||||||||||||