Cari

BERANDA > BERITA INDUSTRI SYARIAH


  • Selasa, 28 Desember 2010

    Republika.co.id - Selasa, 28 Desember 2010, 16:25 WIB

    JAKARTA – Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) sedang menggarap empat fatwa produk perbankan syariah, diantaranya adalah mengenai kredit tanpa agunan (KTA) dengan prinsip syariah dan hedging (lindung nilai). Ditargetkan tahun depan fatwa tersebut sudah bisa keluar.


    KTA Syariah menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menyalurkan pembiayaan oleh perbankan syariah. “Selama ini pembiayaan dilakukan dengan akad murabahah atau musyarakah yang digunakan untuk modal kerja, sekarang kita sedang membahas KTA Syariah,” kata Wakil Sekretaris DSN MUI, Hasanudin.


    Selain KTA Syariah, ujar Hasanudin, DSN juga sedang membahas hedging (lindung nilai), seperti komoditi murabahah. Ia mengungkapkan saat ini pembahasan fatwa tersebut sudah tiga-empat kali dibahas.


    "Insya Allah di kuartal satu tahun depan sudah bisa keluar fatwanya,” tukas Hasanudin. Ia menuturkan sebelumnya Bursa Berjangka Jakarta telah berkomitmen untuk ikut serta dalam melayani perbankan syariah dalam hal komoditi murabahah.



   
Lowongan Pekerjaan di Cabang Malang
 
Lowongan Kerja MODP Spesialis IT (MODP IT)
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
 
 

KLARIFIKASI KERJASAMA (ANTI FRAUD) 2013      PROMO SUBSIDI BELANJA 20%      Efektif per 1 Maret 2013 biaya kartu Shar-e Gold Debit adalah Rp 2.500,- per bulan. Info hubungi SalaMuamalat (021) 500016      Project Falah-Proposed Announcement      Bank Muamalat Targets Higher Fee-Based Income      Bank Muamalat Receives IDR328 Billion Funding from SMF      Sarana Multigriya distributes IDR328 billion to Bank Muamalat      Bank Muamalat to diversify credit distribution      Bank Muamalat Readies for Rp 1.5t Islamic Bond Sale      Bank Muamalat Issues Subordinated Sukuk Worth IDR 1.5 Trillion      Muamalatís sukuk set to be launched      Bank Muamalat shareholders to absorb IDR800 billion subordinated bonds      SHARIA BANKING: Q1, Bank Muamalat pockets IDR86.9 billion net profit