Cari

BERANDA > BERITA INDUSTRI SYARIAH


  • Selasa, 17 Mei 2011

    Bisnis.com - 17 May 2011

    JAKARTA: Pembiayaan dengan akad murabahah masih mendominasi bisnis perbankan syariah dengan nilai penyaluran pinjaman mencapai Rp40,87 triliun sampai dengan Maret.


    Adapun penyaluran pinjaman dengan akad bagi hasil masih sulit karena risikonya relatif lebih besar. Pembiayaan dengan akad murabahah hingga akhir Maret mencapai Rp40,87 triliun sekitar 55,05% dari total pinjaman 11 bank syariah dan 23 unit usaha syariah senilai Rp74,25 triliun.

    Porsi pembiayaan dengan akad ini mengalahkan akad mudharabah dan musyarakah yang menerapkan sistem bagi hasil atau nisbah. Mudharabah memiliki porsi 11,8% atau Rp8,76 triliun dan musyarakah Rp14,98 triliun atau 20,18% dari total penyaluran pembiayaan.

    Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia Mulya Siregar menuturkan penerapan akad yang mengunakan sistem bagi hasil tidak mudah karena memiliki risiko yang relatif lebih besar.

    “Kalau debiturnya tidak amanah, dia bisa mengatakan usahanya rugi sehingga bank tidak bisa mendapatkan keuntungan dari pembiayaan itu,” ujarnya beberapa waktu lalu.

    Hal tersebut, kata Mulya, membuat perbankan syariah lebih senang menyalurkan pembiayaan dengan akad murabahah dibandingkan dengan akad bagi hasil.

    Pada dasarnya murabahah merupakan perjanjian jual beli antara bank dengan nasabah. Bank membeli barang yang diperlukan nasabah kemudian menjualnya sebesar harga perolehan ditambah dengan margin keuntungan.

    Adapun mudharabah dan musyarakah merupakan pembiayaan bagi nasabah yang akan mengelola dana tersebut sehingga menguntungkan. Kedua belah pihak menentukan besaran bagi hasil dari keuntungan atau kerugian.



   
Lowongan Pekerjaan di Cabang Malang
 
Lowongan Kerja MODP Spesialis IT (MODP IT)
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
BANK MUAMALAT - Micro Jawa Tengah
 
 
 

KLARIFIKASI KERJASAMA (ANTI FRAUD) 2013      PROMO SUBSIDI BELANJA 20%      Efektif per 1 Maret 2013 biaya kartu Shar-e Gold Debit adalah Rp 2.500,- per bulan. Info hubungi SalaMuamalat (021) 500016      Project Falah-Proposed Announcement      Bank Muamalat Targets Higher Fee-Based Income      Bank Muamalat Receives IDR328 Billion Funding from SMF      Sarana Multigriya distributes IDR328 billion to Bank Muamalat      Bank Muamalat to diversify credit distribution      Bank Muamalat Readies for Rp 1.5t Islamic Bond Sale      Bank Muamalat Issues Subordinated Sukuk Worth IDR 1.5 Trillion      Muamalatís sukuk set to be launched      Bank Muamalat shareholders to absorb IDR800 billion subordinated bonds      SHARIA BANKING: Q1, Bank Muamalat pockets IDR86.9 billion net profit