Cari

BERANDA > BERITA & KARIR > MEDIA EXPOSE


  • Senin, 9 April 2012

    Bisnis.com - Senin, 09 April 2012 | 16:10 WIB

    BANDUNG: Bank Muamalat Indonesia segera mengoperasikan layanan perbankan pada akhir pekan (weekend banking) di kawasan Dago, Bandung, untuk meningkatkan transaksi sekaligus memacu kinerja keuangan.

    Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin mengatakan tujuan mengoperasionalkan layanan weekend banking agar aksesibilitas nasabah makin meningkat.

    “Letak kantor cabang di wilayah Dago cukup strategis, apalagi melihat potensi ekonomi yang ada di kawasan tersebut. Setiap akhir pekan, factory outlet dan restoran diserbu wisatawan,” katanya, hari ini.

    Dia mengatakan kondisi tersebut menandakan bahwa kebutuhan transaksi di kawasan Dago cukup tinggi setiap akhir pekan.  Bandung, lanjutnya, menjadi lokasi ketiga weekend banking BMI setelah Palembang dan Pondok Indah, Jakarta.

    Bank syariah tersebut memutuskan terus mencermati respons pasar terhadap layanan ini perbankan akhir pekan tersebut sebagai pertimbangan membuka layanan serupa di tempat lain.

    Pada 2012, pionir bank syariah di Indonesia ini berencana menambah 12 kantor baru di Jawa Barat, antara lain Kabupaten Bandung Barat, Tasikmalaya, Cirebon, dan Kabupaten Cirebon.

    Menurut Arviyan, belanja modal per kantor menyedot Rp1,8 miliar, sedangkan cabang pembantu sebesar Rp500 juta. “Jadi totalnya Rp7,3 miliar untuk 12 kantor,” katanya.

    Arviyan mengatakan Jawa Barat memiliki posisi yang penting dalam perkembangan banknya.

    Selama ini, Jawa Barat menjadi kontributor nomor ke-4 secara nasional terhadap aset Bank Muamalat.  “Per akhir 2011, Jawa Barat berkontribusi Rp1,99 triliun atau sekitar 6,12 % dari total aset Bank Muamalat secara nasional senilai Rp32,5 triliun,” paparnya.

    Bank Muamalat menargetkan pertumbuhan laba naik sebesar 30% dari Rp58 miliar yang dicapai tahun 2011 lalu.  Di sisi lain, Arviyan mengatakan pihaknya menargetkan pertumbuhan pembiayaan di Jawa Barat tumbuh 70% dari tahun lalu Rp1,1 triliun menjadi Rp1,85 triliun.

    Bank Muamalat, katanya, menargetkan penyaluran pembiayaan untuk pelaku usaha mikro kecil menengah mendominasi pinjaman, dengan kontribusi mancapai 70%.

    Pada kesempatan itu, Direktur Ritel Bangking Bank Muamalat Adrian A. Gunadi mengatakan Kota Bandung menjadi motor penggerak kinerja banknya di wilayah Jawa Barat.

    Menurut dia, pada akhir 2011 Jawa Barat memiliki karakteristik ritel, dengan porsi pembiayaan mikro, kecil, menengah dan konsumer sekitar 74% dari total portofolio pembiayaan sebesar Rp1,1 triliun.

    “Dominasi pembiayaan yang tersalurkan menggunakan akad mudharabah dan musyarakah, yang mencapai Rp463,7 miliar atau sekitar 41,7% dari total pembiayaan di kawasan ini,” katanya.

    Untuk memacu pertumbuhan bisnis ritel, Bank Muamalat berencana menambah jumlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

    Saat ini, Bank Muamalat menebar sekitar 20 unit mesin ATM Muamalat khusus di Kota Bandung. “Tahun ini, jumlah ATM direncanakan bertambah 27 unit sehingga total jumlah mesin ATM Muamalat di Kota Bandung menjadi 47 unit,” paparnya.



   
Project Falah-Proposed Announcement
 
Laba Bersih Bank Muamalat Tumbuh 42%
 
Penganugerahan IFN Award
 
Bank Muamalat Jadi Bank Syariah Paling Inovatif di Dunia
 
Bank Muamalat Raih Predikat Terbaik di Dunia
 
SURAT UTANG: Permintaan sukuk Bank Muamalat berlebih
 
 
 

Efektif per 1 Maret 2013 biaya kartu Shar-e Gold Debit adalah Rp 2.500,- per bulan. Info hubungi SalaMuamalat (021) 500016      Project Falah-Proposed Announcement      Bank Muamalat Targets Higher Fee-Based Income      Bank Muamalat Receives IDR328 Billion Funding from SMF      Sarana Multigriya distributes IDR328 billion to Bank Muamalat      Bank Muamalat to diversify credit distribution      Bank Muamalat Readies for Rp 1.5t Islamic Bond Sale      Bank Muamalat Issues Subordinated Sukuk Worth IDR 1.5 Trillion      Muamalat’s sukuk set to be launched      Bank Muamalat shareholders to absorb IDR800 billion subordinated bonds      SHARIA BANKING: Q1, Bank Muamalat pockets IDR86.9 billion net profit