
Tahun ini, performa saving account Bank Muamalat Indonesia (BMI) nampaknya akan semakin bersinar. Belum genap seminggu menerima Indonesia Bank Loyalty Award (IBLA) untuk kategori Best Islamic Saving Account, BMI merelaunch Tabungan Haji Arafah. Bertempat di Balai Kartini, Jl. Gatot Subroto Jakarta, relaunching Tabungan Haji Arafah dibawakan oleh artis Syahrul Gunawan serta dihadiri kalangan pengusaha dan para nasabah prima BMI. "Dengan berbank syariah, perencanaan ibadah haji insya Allah lebih berkah" ujarnya membuka acara. Bertema "Road to Arafah", BMI mengajak masyarakat muslim untuk memperkuat komitmen ibadah haji dengan merencanakannya.
Tabungan Haji Arafah kini berkonversi menjadi dua versi, yaitu Tabungan Haji Arafah Reguler dan Tabungan Haji Arafah Plus. Tabungan Haji Arafah Reguler dapat dibuka hanya dengan setoran pembukaan Rp 250.000. Nasabah mendapat cover asuransi jiwa secara gratis selama menabung yang manfaatnya diterima oleh ahli waris apabila nasabah meninggal dunia. Produk ini tidak lagi menggunakan akad mudharabah (bagi hasil), tetapi menggunakan akad wadi'ah (titipan). Dengan akad wadi’ah, BMI dapat memberikan bonus kompetitif apabila rekening nasabah mencapai saldo tertentu.
Adapun Tabungan Haji Arafah Plus ditujukan bagi nasabah premium yang merencanakan berhaji dalam waktu yang lebih singkat. Jumlah setoran awal sebesar Rp 1.500.000,-, sebagai kompensasi, nasabah mendapat cover asuransi tambahan selain klaim meninggal dunia yaitu jasa layanan darurat medis selama menabung dan berhaji. Dengan akad Mudharabah, bagi hasil Tabungan Haji Arafah Plus akan senantiasa bertambah seiring bertumbuhnya saldo. Bagi nasabah produk ini, BMI meyediakan tabel perencanaan yang memudahkan nasabah menyusun rencana setoran setiap bulannya, sekaligus proyeksi keberangkatannya. Dengan memanfaatkan "Lapor Haji", nasabah bisa lebih cepat mendapat porsi dan penjadwalan tahun keberangkatan Haji. "Dengan adanya rencana, maka niat akan menjadi lebih kuat dan insya Allah do'a untuk menjadi jama'ah Haji akan terkabul", ujar Retail Product Development Division Head BMI, Anang Rachmadi.
Untuk memaksimalkan perencanaan yang disusun oleh nasabah, BMI juga melayani pembiayaan Talangan Porsi Haji (LAPOR HAJI)."Dengan Tabungan Haji Arafah, insya Allah naik Haji sesuai rencana", imbuhnya.
Bank Muamalat dianggap leading dalam kinerja loyalitas nasabah saving account. Rabu pekan lalu, bertempat di Ballroom Four Seasons Hotel, Jl. Rasuna Said Jakarta, Markplus Insight memberikan IBLA award untuk kategori Best Islamic Saving Account. Award disampaikan oleh Motivator Hermawan Kertajaya kepada Direktur BMI Luluk Mahfudah. Sebagai alat ukur, Markplus Insigt memilih 6 variabel yang merepresentasikan loyalitas nasabah, yaitu Transaction (Customer Satisfaction), Relationship (Customer Retention), Partnership (Migration Barrier) dan Ownership (Customer Enthusiasm). Untuk survey ini Markplus Insight melibatkan lebih dari 2900 responden di 6 kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan dan Makssar. "Tahun ini, kami akan meningkatkan porsi ritel dalam portfolio funding Bank Muamalat, kami harap Tabungan Haji Arafah akan banyak berkontribusi untuk mewujudkannya", ungkap Direktur Utama Bank Muamalat, Arviyan Arifin.
Akhir tahun 2009, nasabah BMI mencapai hampir 3 juta orang. Angka fantastis ini terutama dikontribusikan oleh kesuksesan penjualan produk tabungan shar-e yang telah menembus 2 juta rekening. Tak puas dengan Shar-e, BMI tahun ini akan mengoptimalkan promosi produk lainnya. Selain Shar-e dan Tabungan Haji Arafah BMI memiliki produk saving account lain, yaitu Tabungan Ummat dan Tabungan Ummat Junior. Disamping itu, BMI juga turut serta menyediakan TabunganKu iB.
Selain dalam bentuk saving account, BMI juga menghimpun DPK melalui produk funding lainnya yaitu time deposit (Deposito Mudharabah, Deposito Fulinvest Valas dan Deposito Fulinvest Rupiah)serta demand deposit (Giro Wadiah) untuk personal dan korporasi. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) BMI per akhir 2009 Rp 13.36 Triliun dengan porsi Giro-Tabungan Rp 5.68 Triliun dan Deposito Rp 7.67 Triliun. (hnf/hnf)
|
|||||||||||||||