Republika, 03 Mar 2010
Ada bonus kompetitif apabila rekening nasabah mencapai saldo tertentu.
Mengubah Pandangan : Lewat Tabungan Haji Arafah, Bank Muamalat Indonesia ingin mengubah pandangan bahwa berhaji tidak sekadar "jika mampu", namun berhaji pun dapat direncanakan. Tampak saat peluncuran kembali tabungan Arafah, yang disertai inovasi seperti versi baru Arafah Plus untuk nasabah premium dan talangan haji bagi yang ingin cepat naik haji.
JAKARTA - Bank Muamalat Indonesia (BMI) melakukan relaunching produk tabungan haji Arafah. Tabungan ini, diluncurkan untuk mengubah mindset (cara berpikir) masyarakat mengenai keberangkatan haji.
"BMI ingin mengubah mindset jika sebelumnya pergi haji jika mampu, berubah menjadi berangkat haji bisa direncanakan sesuai dengan kemampuan. Dengan demikian niat beribadah akan semakin kuat," ujar Direktur Utama BMI, Arviyan Arifin, Selasa (2/3).
Dalam tabungan haji Arafah ini, nasabah akan ditangani oleh asuransi haji dan bisa menyusun rencana haji. "Setiap tahun puluhan ribu nasabah menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Tabungan haji ini menjadi pilihan karena pengelolaan bersih dari riba karena itu kita harus merespons dan memperluas basis nasabah. Kita lakukan serangkaian inovasi termasuk versi baru Arafah Plus untuk nasabah premium dan talangan haji bagi yang ingin cepat naik haji," katanya.
Target 30 persen
BMI menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sekitar 30 persen dari tabungan haji Arafah. Target tersebut untuk mendongkrak penetrasi ke dana ritel. Saat ini jumlah nasabah tabungan Arafah sebanyak 50 ribu orang dengan volume dana Rp 250 miliar.
"Diharapkan pertumbuhan DPK sekitar 30 persen khusus dari tabungan Arafah saja," kata Direktur Retail Banking BMI, Adrian A Gunadi. Menurutnya, relaunching tabungan haji Arafah merupakan awal dari keseluruhan peluncuran kembali produk ritel lainnya. BMI berencana untuk melakukan peloncuran kembali produk-produk ritel termasuk Share.
Untuk tabungan Arafah ini, lanjutnya, BMI bekerja sama dengan asuransi syariah untuk meng-couer asuransi jiwa nasabah. "Saat ini kerja sama dengan Asuransi Mubarakah, namun ke depan kita juga akan tambah bekerja sama dengan sejumlah asuransi syariah lainnya," ujar Adrian.
Untuk nasabah tabungan Arafah reguler akan memperoleh asuransi jiwa, sedangkan nasabah Arafah Plus akan mendapat asuransi jiwa dan asuransi kesehatan saat berada di Tanah Suci. "Tabungan ini terencana, dapat disesuaikan dengan rencana keberangkatan nasabah dan ini merupakan dana jangka panjang," kata Adrian.
Tabungan haji Arafah Reguler menggunakan akad wadiah, di mana BMI dapat memberikan bonus kompetitif apabila rekening nasabah mencapai saldo tertentu. Sementara tabungan haji Arafah Plus yang menggunakan akad mudharabah ditujukan bagi nasabah premium yang merencanakan berhaji dalam waktu singkat. BMI juga menyediakan dana talangan haji hingga Rp 25 juta.
Selain produk ritel, tambah Adrian, pihaknya juga akan mengembangkan produk full wealth management di masa mendatang, seperti bancassurance maupun reksadana syariah. Secara keseluruhan BMI menargetkan pertumbuhan DPK sebesar 40 persen dengan porsi dana murah sebanyak 60 persen dan dana mahal 40 persen. Pada 2009 BMI mencatat DPK sebanyak Rp 13,4 triliun. Sementara di sisi pembiayaan ditargetkan tumbuh sekitar 40 persen dari pencapaian sekitar Rp 11 triliun di 2009. (Yogie Respati)
|
|||||||||||||||