Kompas - Kamis, 4 Maret 2010 | 04:02 WIB
Kuala Lumpur, Kompas - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk berencana menerbitkan saham baru senilai Rp 1 triliun pada akhir semester I-2010. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat permodalan, sekaligus mempercepat ekspansi bisnis.
Demikian dikatakan Presiden Direktur Bank Muamalat Arviyan Arifin di sela acara penghargaan untuk Bank Muamalat sebagai bank syariah terbaik di Indonesia oleh penerbit global Islamic Finance News, Rabu (3/3) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Bank Muamalat terpilih menjadi bank syariah terbaik berkat pencapaian kinerja keuangan yang baik sepanjang tahun 2009. Bank syariah pertama di Indonesia ini juga dinilai mampu melakukan sejumlah langkah terobosan di bidang layanan, informasi teknologi, dan jaringan sepanjang 2009.
Terkait penerbitan saham baru (right issue), saham yang diterbitkan akan ditawarkan kepada pemegang saham existing. Jika pemegang saham existing tidak bersedia, saham baru itu akan ditawarkan kepada investor baru.
Arviyan mengatakan, dalam rencana bisnis jangka menengah, pihaknya menargetkan aset Bank Muamalat sebesar Rp 70 triliun pada akhir tahun 2014. Pada akhir 2009, aset Bank Muamalat sebesar Rp 16,2 triliun.
”Untuk mencapai target aset tersebut, kami harus tumbuh minimal 35 persen per tahun hingga 2014,” kata Arviyan.
Pendirian 500 BMT
Adapun untuk mempercepat ekspansi bisnis, Bank Muamalat juga akan melakukan sejumlah langkah terobosan, salah satunya membiayai pendirian 500 baitul maal wa tamwil (BMT) pada tahun 2010. Proyek tersebut bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Bank Muamalat juga akan membantu pembiayaan BMT-BMT tersebut. Langkah ini diharapkan bisa mendorong pembiayaan dan penghimpunan dana murah Bank Muamalat.
Saat ini pangsa aset industri perbankan syariah baru sekitar 2,5 persen dari total aset perbankan nasional. Padahal, Bank Indonesia pernah menargetkan pangsa pasar 5 persen pada akhir tahun 2010.
Terkait lambatnya perkembangan perbankan syariah di Indonesia, Arviyan berpendapat, sebagai industri yang baru tumbuh, seharusnya perbankan syariah diberikan insentif dan kemudahan-kemudahan lain.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman Hadad mengatakan, pemberdayaan dan peningkatan kapasitas perbankan syariah merupakan salah satu fokus Bank Indonesia pada tahun 2010. (FAJ)
|
|||||||||||||||