Republika - 31 Aug 2010
Yogie Respati
BMI kucurkan Rp 250 miliar untuk pembiayaan AutoMuamalat.
JAKARTA - Al Ijarah Finance (Alif) memantapkan diri masuk ke sektor ritel. Direktur Utama Alif, Herbudhi S Tomo, mengatakan 2010 menjadi tahun penting bagi Alif karena mulai membuka divisi ritel dengan merambah ke pembiayaan otomotif. Untuk masuk ke sektor ritel ini, Alif bersinergi dengan Bank Muamalat Indonesia (BMI) untuk pembiayaan AutoMuamalat.
"Secara total Alif bekerja sama joint financing sebesar Rp 380 miliar dengan BMI tahun ini, Rp 250 miliar adalah pembiayaan otomotif dan sisanya pembiayaan korporasi. Pembiayaan otomotif Rp 250 miliar akan selesai disalurkan sampai akhir 2010," kata Herbudhidalam penandatanganan kerja sama joint financing AutoMuamalat BMI dan Alif, Senin (30/8).
Dalam pemasaran pembiayaan AutoMuamalat, lanjutnya, Alif pun akan membuka 12 kantor cabang 2010 yang lokasinya akan menempel dengan kantor cabang BMI, yaitu di Jakarta, Bandung, Semarang, Cirebon, Solo, Surabaya, Medan, Pekanbaru, Palembang, Banjarmasin, Samarinda, dan Mataram. Herbudhi menjelaskan hal tersebut dilakukan agar Alif dapat menyalurkan pembiayaan dengan lebih cepat.
"Insya Allah tahun depan Alif akan memperluas kantor ke seluruh jaringan BMI sehingga kami bisa meningkatkan penyaluran pembiayaan," cetus Herbudhi. Sampai akhir 2010, Alif membidik pembiayaan Rp 165 miliar. Per Juli 2010 pembiayaan Alif mencapai Rp 140 miliar.
Herbudhi menambahkan, selain membuka kantor cabang, pihaknya pun meningkatkan layanan dengan menyediakan teknologi tersendiri. "Untuk teknologi kami menunjuk perusahaan yang berpengalaman dengan akad sewa-beli. Saat ini kita masih sewa IT jadi tahun pertama ini kita tidak banyak membeli, tapi fokus ke penyaluran pembiayaan," papar Herbudhi.
Masih pembiayaan mobil
Sementara itu, Direktur Alif, Efrinal Sinaga, mengatakan tahun ini pihaknya fokus melakukan pembiayaan otomotif untuk mobil. Namun, pada 2011 Alif akan memperluas pasar dengan masuk ke pasar motor.
"Insya Allah tahun depan minimal pembiayaan otomotif Rp 1 triliun karena kita juga akan masuk ke pembiayaan motor," jelas Efrinal. Oleh karena itu, lanjutnya, sekarang ini pihaknya memaksimalkan sistem, jaringan, dan sosialisasi ke masyarakat.
Pada 2011, Alii akan memperluas jaringannya ke seluruh kantor BMI. Direktur Utama BMI, Arviyan Arifin, mengatakan pasar pembiayaan otomotif akan semakin luas dengan menggunakan 280 jaringan milik BMI yang tersebar di Indonesia. "Dengan pasar di 280 kantor dan dukungan teknologi diharapkan bisa dengan mudah menjual produk AutoMuamalat ini," ujar Arviyan.
Dalam setiap pembiayaan, BMI berkontribusi 95 persen dari plafon dan sisanya menjadi bagian Alif. Selain berkontribusi terhadap plafon dana, Alif juga bertindak sebagai driver dalam program ini. Pembiayaan otomotif BMI tak memiliki batas maksimal plafon.
BMI dan Alif juga menggandeng Asuransi Takaful Umum dan sejumlah dealer produk untuk menambah keunggulan produk dan aksesibilitas nasabah. Pembiayaan AutoMuamalat menggunakan akad murabahah (jual beli) dengan cicilan tetap selama periode pembiayaan. ed yeyen rostiyani
![]() |
||||
![]() |
![]() |
|||
![]() |
![]() |
![]() |
||
| | ||||
![]() |
||||
![]() |
|
![]() |
||
![]() |
![]() |
![]() |
||
|
|||||||||||||||