Cari

BERANDA > BERITA & KARIR > CSR


  • Selasa, 14 Juli 2009

    JAKARTA--Bank Muamalat menggeber pembiayaan ke sektor UMKM di sisa tahun ini. Langkah yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan pembiayaan melalui BMT Shar-E.

    Direktur Bank Muamalat, Andi Buchori mengatakan dari total pembiayaan Bank Muamalat per Juni 2009 sebesar Rp 12,5 triliun sebanyak 65 persen disalurkan ke UKM, sementara sisanya korporasi. Untuk mengejar target 70 persen ke UMKM Bank Muamalat akan memaksimalkan pembiayaan lewat BMT Shar-E.

    Andi menambahkan program pembukaan BMT Shar-E yang telah dicanangkan sejak tahun lalu diharapkan dapat menjadi institusi penghimpunan dan penyaluran dana yang betul-betul mikro. "Untuk pengembangan pembiayaan ke mikro terbatas karena itu BMT Shar-E menjadi perpanjangan tangan untuk penyaluran ke usaha mikro," kata Andi.

    Ia mengungkapkan dari segi kuantitas pembiayaan BMT tidak terlalu besar seperti halnya korporasi. Pembiayaan mikro biasanya memiliki plafon sebesar Rp 5 juta. Saat ini BMT Shar-E yang beroperasi memang belum berkontribusi terlalu besar, tetapi dalam beberapa tahun mendatang pihaknya optimis BMT Shar-E akan banyak berkontribusi. Di tahap awal BMT Shar-E ditargetkan Rp 200 juta per tahun.

    Dengan adanya BMT Shar-E tersebut, lanjutnya, terlihat peran bank syariah yang berpihak ke sektor riil dan mengalirkan dana ke sektor nonformal yang jelas menghidupi masyarakat kecil. Pasalnya, ujar Andi, usaha mikro yang berkembang juga mendorong konsumsi masyarakat. Sektor riil pun, tambahnya, telah terbukti dapat menumbuhkan lapangan kerja dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

    Di semester dua ini, papar Andi, pihaknya berencana menambah 500 BMT Shar-E. Bank Muamalat sendiri berencana menambah minimal 500 BMT Shar-E setiap tahun. Selain menyalurkan pembiayaan melalui BMT Shar-E, Bank Muamalat juga mengoptimalkan pembiayaan melalui kantor cabang, kantor cabang pembantu dan kantor kas. Tercatat saat ini terdapat lebih dari 260 jaringan kantor Bank Muamalat.

    Dengan fokus ke UMKM tersebut, lanjutnya, Bank Muamalat belum terlalu fokus ke pembiayaan lainnya seperti sindikasi. Andi menuturkan kondisi ekonomi yang sudah mulai stabil, suku bunga bank dan BI rate yang turun saat ini adalah waktu tepat bagi perbankan syariah untuk terus tumbuh dan berkembang, terutama ke sektor riil. Per Juni Bank Muamalat memiliki aset Rp 15 triliun dan dana pihak ketiga Rp 12,5 triliun.

    Berdasar data publikasi BI per Mei 2009, pembiayaan perbankan syariah sebesar Rp 40,7 triliun. Dari total tersebut sekitar 72 persen atau Rp 29,2 triliun disalurkan ke UKM dan Rp 11,4 triliun ke non UKM. Prosentase pembiayaan perbankan syariah ke UKM tersebut sama dengan periode sama tahun lalu. Per Mei 2008 tercatat total pembiayaan Rp 32,2 triliun, dengan Rp 23 triliun ke UKM dan Rp 9,2 triliun ke non UKM.gie/taq



   
Menyantuni Anak Yatim hingga Gandeng Perguruan Tinggi
 
Lowongan Pekerjaan - Department Head of Service Quality
 
Perluas Edukasi Syariah, Bank Muamalat Gandeng UNJ
 
Lowongan Pekerjaan - Back Office
 
Lowongan Pekerjaan - Resepsionis
 
Lowongan Pekerjaan - Account Manager