
JAKARTA:Pesta demokrasi yang berujung pada pemilihan presiden memunculkan perhatian dan harapan dari berbagai kalangan industri salah satunya dari perbankan syariah. Ketua umum Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia A. Riawan Amin memandang percepatan pertumbuhan industri perbankan syariah sangat ditentukan peran pemerintah dan regulator. Berikut petikan wawancaranya:
Permasalahan di perbankan syariah yang perlu dibenahi?
Saya konsisten dari awal, kita itu memiliki tujuan untuk mendorong pertumbuhan perbankan syariah serta turut mewarnai dan membenahi kondisi perbankan nasional agar bisa bertumbuh berdasarkan ekonomi gotong-royong. Ternyata sistem syariah itu sangat sesuai dengan ekonomi kekeluargaan itu.
Anda melihat di mana posisi bank syariah di industri perbankan nasional?
Selama ini, perbankan syariah masih dilihat sebagai industri pendamping dari perbankan konvensional yang membuat posisinya menjadi sulit berkembang di tengah ekonomi pasar.
Apakah itu menghambat perkembangan?
Bukan menghambat, melainkan dengan keberadaan perbankan syariah yang seperti itu membuat industri yang tengah berkembang itu terlalu banyak kehilangan peluang. Untuk itu, diperlukan peran pemerintah dalam memosisikan dan meningkatkan perbankan syariah.
Sejauh ini, bagaimana peran pemerintah?
Peran regulator dalam mengembangkan perbankan syariah masih perlu ditingkatkan. Misalnya, sebagai regulator sebaiknya jangan hanya melihat jumlah peraturan yang sudah dikeluarkan karena tidak mencerminkan efektivitas. Namun, harus pada upaya yang lebih konkret untuk merealisasikan pertumbuhan perbankan syariah lebih cepat.
Apakah tidak melemahkan daya saing bank syariah jika menggantungkan pertumbuhan ke pemerintah?
Pertanyaannya harus dibalik, apabila perbankan syariah bisa inovatif dalam pengembangan produk, memiliki SDM profesional dan jaringan yang kuat apakah dijamin perbankan syariah bisa sebesar konvensional. Jadi sulit kalau menilai perbankan syariah dari sisi pasar seperti itu.
Namun, apabila perbankan syariah mendapatkan komitmen pengembangan dari pemerintah, siapa pun yang menjabat nanti, pasti perbankan syariah bisa berkembang lebih cepat.
Dari sisi pelaku industri, apa yang dapat dilakukan?
Susah, apa yang bisa dilakukan oleh industri yang asetnya sekitar Rp50 triliun dengan modal terbatas. Secepat apapun ekspansi bisnis di tengah persaingan ekonomi pasar akan sulit tumbuh dengan cepat.
Jadi pengembangan hanya bergantung pada peran pemerintah?
Faktor yang dominan itu. Kami dari Asbisindo sangat mendukung terhadap calon presiden yang memiliki komitmen kembangkan ekonomi syariah. Jadi siapa pun yang mendukung ekonomi syariah kita akan mendukung pemerintahan terpilih nanti.
Sejauh ini, baru dua pasangan calon yang menjanjikan pertumbuhan ekonomi syariah yakni dari pasangan JK-Wiranto maupun SBY-Boediono. Kita lihat saja realisasinya.
Pewawancara: Fajar Sidik, Kontributor
Bisnis Indonesia
|
|||||||||||||||