SEMARANG-Aset Bank Muamalat Indonesia (BMI) Regional Jateng-DIY mengalami peningkatan sebesar 52 persen dan telah menembus angka Rp 1 triliun per Juni 2009.
Berdasarkan laporan kinerja semester pertama tahun 2009, posisi aset BMI Regional Jateng-DIY per Juni 2009 berada pada angka 1,035 Triliun atau mengalami peningkatan 52 persen dari posisi asset Juni 2008."Fakta ini, kembali membuktikan performa perbankan syariah tetap mantap di tengah pesimisme dampak krisis keuangan global," ungkap Regional Manager BMI Cabang Semarang, Donny M Iskandar, Senin (13/7).
Secara umum, jelas Donny yang didampingi Communication Manager and PuBlic Affairs, Muslih Lutfi posisi DP3 terjadi peningkatan 53 persen dari angka Rp 655 M Semester I 2008 menjadi Rp 1 Triliun.
Peningkatan DP3 secara signifikan pada semester I tahun 2009 ini didukung oleh semakin kuatnya kepercayaan masyarakat dalam menempatkan dananya di Bank Muamalat."Ketahanan Bank Muamalat melewati krisis 1998 dan semakin kuatnya kepercayan pada sistem ekonomi yang anti Maghrib Maisyir (judi), Gharar (unsur penipuan), Riba, dan Bathil (rusak akadnya) menjadi penentu masyarakat dalam mempercayai pada Bank Muamalat," jelasnya.
Dengan hasil yang dicapai ini, perjalanan dunia ekonomi di tahun 2009 yang diprediksi cukup berat, tampaknya tidak membuat semangat praktisi perbankan syariah surut dari komitmennya untuk terus mengembangkan dan memajukan ekonomi syariah.
Bayang- bayang krisis global yang mulai dirasakan imbasnya di Indonesia sejak catur wulan terakhir tahun 2008 dan suhu politik yang meningkat menjelang pelaksanaan pemilu ternyata malah menjadi motivasi para pelaku bisnis di lembaga keuangan Syariah."Sekali lagi, ekonomi syariah adalah solusi dari berbagai permasalahan ekonomi yang terjadi di tengah krisis global. Karena kekuatannya dalam mendukung sektor riil," imbuh Donny.
Menyinggung antisipasi dampak krisis global dan penerapan sistem pembiayaan yang prudent (aman) pada ranah bisnis yang ada, Muslih Lutfi menyampaikan ada sedikit penurunan pembiayaan pada semester pertama ini.
Apabila pada semester I 2008 pembiayaan menembus angka Rp 567 miliar maka pada semester II tahun 2009 pembiayaan di Bank Muamalat Regional Jateng-DIY mengalami penurunan pada kisaran 0,2 persen menjadi Rp 566 miliar.
Optimalisasi kinerja Pada Bank Muamalat Regional Jateng-DIY ini dikuatkan pula dengan pencapaian laba yang mampu dicetak pada Semester pertama tahun 2009."Di mana dengan laba Rp 25,65 miliar meningkat 72 persen dari laba tahun sebelumnya yang baru mencapai Rp 14,88 miliar," jelasnya.
Untuk NPF (Non Performing Financing) BMI Regional Jateng - DIY yang berada pada posisi 2.9 persen menunjukkan bahwa Bank Muamalat dalam kondisi Stabil dan Sehat.Untuk mendukung performa dan layanan Syariah, Bank Muamalat akan segera merealisasikan rencana pembukaan 18 KantorUnit Pelayanan Syariah dan kantor Kas di Regional Jateng DIY.
Upaya ini akan dioptimalkan pada semester kedua tahun 2009 ini. "Dengan akan semakin banyaknya layanan Bank Muamalat menjadi harapan besar bagi kami bahwa masyarakatpun akan semakin mudah untuk melakukan kegiatan ekonomi dan mengakses layanan jasa keuangan secara syariah."Sehingga pintu menuju kehidupan bebas ribawi itu akan semakin terbuka lebar",tambah Donny M Iskandar menutup perjumpaan," kata Lutfi. owo/kpo
|
|||||||||||||||