Bank Muamalat berupaya meningkatkan kualitas layanan produk-produk pembiayaan konsumernya. Salah satu langkah yang dijalankan adalah melalui peresmian Muamalat Consumer Center (MCC) di Jakarta 28/3.
Hadir dalam peresmian tersebut Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz. Per akhir 2011, pionir perbankan syariah di Indonesia ini mencatat total pembiayaan konsumer sebesar Rp 8,88 triliun atau 40,1% dari total portofolio pembiayaan (Rp 22,12 triliun). “Sejalan dengan tema penjualan Accelerating Growth through Sales Year 2012, kami berupaya memperkuat fasilitas dan layanan bagi nasabah produk-produk konsumer. Hal ini kami harapkan dapat meningkatkan customer base secara signifikan guna mengakselerasi pertumbuhan bisnis kami” ungkap Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin.
Dalam meraih pencapaian tersebut, Bank Muamalat antara lain mengunggulkan Pembiayaan Hunian Syariah Muamalat (PHS) yang merupakan pembiayaan bagi kepemilikan rumah, rukan, ruko, kios dan apartemen. Produk ini memberikan dua alternatif transaksi syariah bagi nasabah, yaitu secara kongsi ataupun jual beli. Sistem kongsi dapat diterapkan untuk pemilikan properti baru (non indent), second, maupun take over. Adapun sistem jual beli, memiliki spektrum yang lebih luas. Sistem ini juga dapat diterapkan untuk pembelian properti indent, renovasi serta pembelian-renovasi.
Pembiayaan Hunian Syariah memiliki plafond maksimal hingga Rp 25 miliar. Plafond minimalnya senilai Rp 50 juta untuk wilayah DKI Jakarta dan Rp 25 juta untuk wilayah di luar DKI Jakarta. Pembiayaan yang khusus diperuntukan bagi kalangan individu ini memiliki jangka waktu pengembalian hingga 15 tahun, terkecuali untuk kepentingan renovasi dengan plafond dibawah Rp 25 juta yang hanya 5 tahun. Untuk meningkatkan daya saing, baru-baru ini Bank Muamalat meluncurkan Program Gebyar PHS 9,99% dengan menurunkan margin hingga nilainya hanya setara sekitar 9.99% per annum. Tak hanya itu, dengan diresmikannya MCC, proses pembiayaan yang semula memakan waktu satu minggu dipercepat persetujuannya menjadi hanya 3 hari kerja.
Melalui MCC, nasabah juga dapat mengakses berbagai layanan konsumer Bank Muamalat lainnya mulai dari pembiayaan bagi anggota koperasi, pembiayaan Umroh, hingga Dana Talangan Porsi Haji. “Muamalat Consumer Center diharapkan dapat meningkatkan incoming application pembiayaan konsumer, kemampuan melayani atau memproses aplikasi semakin bertambah, tingkat approval meningkat dan berkualitas serta semakin cepatnya proses persetujuan pembiayaan hingga maksimal 3 hari kerja”, imbuh Arviyan.
Dalam kesempatan tersebut, ditandatangani juga MoU antara Kementerian Perumahan Rakyat RI dan Bank Muamalat. MoU yang ditujukan bagi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ini ditandatangani oleh Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dan Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin.”Produk-produk ritel, termasuk konsumer akan kami unggulkan dan perbesar porsinya dalam portfolio bisnis Bank Muamalat sehingga dapat semakin berkontribusi bagi aktivitas ekonomi masyarakat“, pungkasnya. (hnf/hnf)