analytics
Data Recovery Software
Bank Muamalat Syariah ::

Cari

BERANDA > BERITA & KARIR > > SIARAN PERS


  • Rabu, 10 Maret 2010
    Direktur Bank Muamalat, Andi Buchari (kedua dari kiri) menyerahkan Buku Tabungan Haji Arafah secara simbolis kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi Lampung, Mawardi AS (tengah) pada acara Business Gathering dan Relaunching Kantor Layanan Bank Muamalat Cabang Lampung (9/3) di Bandar Lampung. Penyerahan ini disaksikan oleh Area Manager Sumatera Bank Muamalat, Bambang Kusnadi (kiri), Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Lampung, Syakhroni Makhsum dan Branch Manager Bank Muamalat (paling kanan), Kadar Budiman. Bank Muamalat terus meningkatkan loyalitas nasabah melalui reformasi pelayanan.

    Bandar Lampung : Predikat sebagai Bank Syariah Terbaik tak membuat Bank Muamalat Indonesia (BMI) berhenti berupaya meningkatkan loyalitas nasabahnya. Upaya ini dilakukan melalui reformasi fisik dan layanan. Tak tanggung-tanggung, upaya ini dilakukan hingga di seluruh kantor layanannya di daerah.

    Belum genap seminggu lalu 03/03, bank pertama murni syariah ini kembali mendapat predikat sebagai Bank Syariah Terbaik di Indonesia oleh Islamic Finance News (IFN) Kuala Lumpur, yang menerbitkan e-newsletter bagi 12.500 profesional perbankan syariah global. Sebelumnya, BMI juga mendapatkan predikat serupa yaitu sebagai Best Islamic Financial Institution in Indonesia dari Global Finance yang berbasis di New York serta sebagai Best Islamic Finance House in Indonesia dari Alpha South East Asia yang berbasis di Hong Kong. Sepanjang perjalanannya, pioneer perbankan syariah ini semakin akrab dengan penghargaan. Tak bosan-bosan, tidak kurang dari 70 penghargaan bertaraf nasional dan internasional  telah diterima BMI dalam 5 tahun terakhir.


    Tak ingin ketinggalan, BMI cabang Bandar Lampung mulai bersolek. Setelah melalui banyak renovasi, Selasa 09/03 cabang yang dipimpin oleh Kadar Budiman ini melakukan Relaunch sekaligus Business Gathering bersama para nasabahnya. Selain nasabah, event ini juga dihadiri oleh pejabat BI, pimpinan BUMN, kalangan pengusaha dan tokoh masyarakat. "Dengan desain arsitektur minimalis modern, banking hall yang luas, tata ruang dinamis, dilengkapi dengan office equipments terkini, diharapkan gedung baru ini akan lebih mendukung terwujudnya kenyamanan, keamanan, dan kepuasan lebih prima kepada customers kami", ujar Kadar.


    Dalam kesempatan ini pula, BMI Cabang Bandar Lampung menerima anugrah penghargaan dari Kementerian Sosial RI atas peranannya mensukseskan Program Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) di Lampung. Selain itu, dilaksanakan pula penandatanganan kerjasama linkage program BMI dengan BMT/KJKS dan BPRS, kerjasama Program Tabunganku iB dengan beberapa lembaga pendidikan, serta perjanjian kerjasama dengan KBIH Multazam dan KBIH Bunda Asni untuk program Tabungan Haji Arafah. Kerjasama yang dilakukan Cabang Bandar Lampung dengan BPRS, BMT, KBIH dan Lembaga Pendidikan merupakan implementasi rencana bisnis BMI yang akan menggenjot penjualan produk ritelnya.


    BMI membidik pasar ritel melalui produk-produk saving accountnya. Selain Shar-E yang penjualannya telah melampaui 2.000.000 rekening, BMI juga memiliki produk saving account lainnya antara lain Tabungan Haji Arafah, Tabungan Ummat. Dua Pekan lalu, 24/02 bertempat di Ballroom Four Seasons Hotel, Jl. Rasuna Said Jakarta, Markplus Insight memberikan IBLA award untuk kategori Best Islamic Saving Account. Award disampaikan oleh Motivator Hermawan Kertajaya kepada Direktur BMI Luluk Mahfudah. Sebagai alat ukur, Markplus Insigt memilih 6 variabel yang merepresentasikan loyalitas nasabah, yaitu Transaction (Customer Satisfaction), Relationship (Customer Retention), Partnership (Migration Barrier) dan Ownership (Customer Enthusiasm). Untuk survey ini Markplus Insight melibatkan lebih dari 2900 responden di 6 kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan dan Makassar.


    BMI merencanakan meningkatkan porsi ritel dalam portfolio fundingnya hingga lebih dari 60%. Cabang Bandar Lampung turut berperan aktif dalam mewujudkannya dengan porsi Dana Pihak Ketiga (DPK) Tabungan saat ini hampir 70%. Dalam acara Relaunching ini, hadir pula Pakar Ekonomi Islam Syafi’i Antonio yang juga menjabat Shariah Advisory Council Bank Central Malaysia & Komite Ahli Bank Indonesia menyampaikan Outlook Ekonomi Syari’ah Dunia Tahun 2010.


    Hadir meresmikan Relaunching ini, Direktur Bank Muamalat, Andi Buchari menyatakan bahwa bank pertama murni syariah ini optimis dapat terus eksis dan bahkan terus tumbuh ditengah persaingan. Untuk itu, BMI mulai melakukan reformasi pelayanan dengan apa disebut sebagai FAST Service yang merupakan akronim dari Friendly, Accessible, Secure and To Your Need. "BMI berkomitmen untuk menciptakan produk yang tidak hanya comply terhadap syariah, namun juga kompetitif dan aksesibel bagi masyarakat hingga ke daerah", ungkapnya.


    BMI melakukan banyak hal untuk menjadi yang terbaik, salah satu yang terpenting adalah memperluas jaringan. Perluasan jaringan yang dilakukan BMI bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas nasabah terhadap produk dan jasa BMI. Hal ini dilakukan melalui kantor layanan dan aliansi. Saat ini BMI melayani hampir 3.000.000 nasabah dengan lebih dari 270 outlet dan lebih dari 3800 kantor pos online di seluruh Indonesia. Nasabahpun dapat berbelanja di 100.000 merchant BCA/PRIMA serta transaksi tarik tunai gratis di ATM BCA/PRIMA dan ATM Bersama seluruh Indonesia. Hal ini menjadikan Bank Muamalat sebagai salah satu bank dengan jaringan ATM terluas di Indonesia.


    Memantapkan eksistensinya diantara perbankan syariah, BMI  menjadi bank syariah pertama yang mengembangkan sayapnya hingga ke luar negri, cabang pertama BMI di luar negri telah dibuka di Kuala Lumpur, Malaysia pada 2008. Tak tanggung-tanggung, BMI bekerjasama dengan Malaysia Electronic Payment System (MEPS) sehingga nasabah dapat melakukan transaksi tarik tunai di 2000 ATM di Malaysia. Untuk menjadi Bank Syariah yang modern, ekspansi internasional adalah suatu keharusan bagi BMI. "Alhamdulillah, sejak berdiri dan sempat dibayangi dua krisis, prestasi Bank Muamalat tidak sebatas sebagai pioneer dan katalisator, namun juga tetap menjadi yang terbaik", pungkasnya (hnf/hnf).



   
Alif Mulai Merambah Pembiayaan Sektor Ritel
 
Muamalat Perluas Edukasi Perbankan Syariah bersama Politeknik Negeri Jakarta
 
BMI Menggandeng PNJ Perluas Edukasi Syariah
 
Sertifikasi Dorong Standarisasi Kualitas DPS
 
Menyantuni Anak Yatim hingga Gandeng Perguruan Tinggi
 
Lowongan Pekerjaan - Department Head of Service Quality