Bank Muamalat Indonesia berupaya meningkatkan geliat bisnisnya di pasar internasional. Senin 18/10, pionir perbankan syariah di Indonesia ini melakukan penandatanganan naskah perjanjian sebagai momentum dimulainya kerjasama dengan subsidiary lembaga penghimpun dana haji Malaysia, Tabung Haji (TH).
Bertempat di Hotel ShangriLa Jakarta, MoA ditandatangani oleh Direktur Korporasi Bank Muamalat Luluk Mahfudah, Direktur TH Indopalms Sdn. Bhd.Datuk Zainal Azwar bin Zainal Aminuddin dan Datuk Rashidi bin Omar, dan Komisaris PT. TH Indo Plantations Badai Sakti Daniel. Acara ini dihadiri pula oleh Direktur Utama Bank Muamalat, Arviyan Arifin.
"Perbankan syariah nasional harus mampu menggarap potensi pasar asing. Ekpspansi bisnis syariah di tingkat regional maupun internasional tidak hanya memberi kontribusi laba, namun juga menambah pengalaman manajemen, memperluas jaringan serta meningkatkan kebanggaan bangsa", ungkap Luluk.
Fasilitas pembiayan Murabahah senilai US$ 14 juta akan disalurkan oleh Bank Muamalat Indonesia untuk pembelian dan impor pupuk, solar, dan kebutuhan operasional PT. TH Indo Plantation, subsidiary dari Tabung Haji.
Hingga saat ini, Bank pertama murni syariah di Indonesia ini masih menjadi satu-satunya bank asal Indonesia yang membuka kantor cabang penuh (full branch) di Malaysia. Tidak sekedar menggarap remmitance, Bank Muamalat menawarkan layanan penuh berupa penghimpunan dana (funding) maupun pembiayaan (financing). Layanan ini dapat diakses di kantor cabang yang berlokasi di Kompleks Antar Bangsa, Jalan Sultan Ismail, Kuala Lumpur.
Untuk memperluas aksesibilitas nasabah di Malasyia, Bank Muamalat bekerjasama dengan Malaysia Electronic Payment System (MEPS) sehingga nasabah dapat melakukan transaksi tarik tunai di 2000 ATM di seluruh penjuru Malaysia, melalui jaringan Maybank, Hong Leong Bank, Southern Bank dan Affin Bank. Selain itu, nasabah juga dapat melakukan transfer tunai dari Indonesia ke Malaysia dan sebaliknya menggunakan layanan Muamalat Kas Kilat (MK2) bekerjasama dengan Bank Muamalat Malaysia Bhd.
Kantor Cabang Bank Muamalat Indonesia Kuala Lumpur didirikan sejak 2008 dan telah mencapai posisi Break Event Point hanya dalam waktu 11 bulan pasca pendiriannya. Per akhir September, Bank Muamalat Kuala lumpur telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) lebih dari Rp 688,5 miliar dengan Aset mencapai Rp 691,7 miliar. Sebelumnya Bank Muamalat juga menggarap pengembangan produk Pendanaan Likuiditas Syariah, Sukuk Global dan Surat Berharga Syariah bagi pasar Indonesia melalui dijalinnya kerjasama dengan Asian Finance Bank yang berbasis di Kuala Lumpur. "Kehadiran Bank Muamalat Indonesia di Kuala Lumpur diharapkan mampu memberi kontribusi positif bagi nasabah di Malaysia dan juga WNI yang tinggal dan bekerja di Malaysia", ujar Luluk.
Kiprah Bank Muamalat juga terus menuai apresiasi masyarakat internasional. Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin menjelaskan, bahwa pada Sabtu (9/10) lalu bank yang memulai operasi devisa sejak 1994 ini meraih penghargaan sebagai The Best Islamic Financial Institution in Indonesia oleh Global Finance. Award ini diberikan dalam acara World's Best Bank Awards Ceremony 2010 yang diselenggarakan bersamaan dengan Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) dengan Bank Dunia di Washington DC, USA. Ini adalah kali kedua bagi Bank Muamalat mendapatkan penghargaan internasional bergengsi ini. Pada tahun 2009 yang lalu, Bank Muamalat juga memenangkan penghargaan yang sama.
Global Finance adalah media yang berbasis di New York, Amerika Serikat, dan didirikan sejak 1987 dengan pembaca di 163 negara. Setiap tahun, lembaga ini memberikan penghargaan bagi bank-bank terbaik di lebih dari 20 negara. Sepanjang tahun 2010, apresiasi sebagai Bank Syariah terbaik di Indonesia juga diraih Bank Muamalat dari lembaga internasional lain, diantaranya: Islamic Finance News Kuala Lumpur, Alpha South East Asia Hong Kong dan Asset Triple A Hong Kong.
"Ini adalah suatu bentuk pengakuan dunia internasional terhadap kinerja dan perkembangan Bank Muamalat. Hal ini sangat membanggakan bagi kami dan menjadi tolok ukur pecapaian kami di masa yang akan datang", jelas Arviyan. (hnf/hnf)
![]() |
||||
![]() |
![]() |
|||
![]() |
![]() |
![]() |
||
| | ||||
![]() |
||||
![]() |
|
![]() |
||
![]() |
![]() |
![]() |
||
|
|||||||||||||||